Jasa Raharja serahkan santunan kepada empat korban teridentifikasi

Jasa Raharja serahkan santunan kepada empat korban teridentifikasi

Direktur Operasional Lion Grup Daniel Putut (kiri), Kepala RS Polri Said Sukanto Kombes Pol Musyafak (dua kiri), Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi InformasiĀ Jasa Raharja Wahyu Wibowo (kanan) memberikan keterangan di RS Polri Said Sukanto, Jakarta, Minggu (4/11). (Dyah Dwi)

Jakarta (ANTARA News) - PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan santunan kepada keluarga empat dari tujuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor registrasi LQP yang sudah teridentifikasi.

"Baru empat yang kami bayarkan," kata Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo di RS Polri Said Sukanto, Jakarta, Minggu.

Empat keluarga yang telah menerima santunan tersebut adalah dari korban Jannatun Cintya Dewi (24), Candra Kirana (29), Monni (41) dan Wahyu Susilo (31).

Menurut Wahyu Wibowo, untuk tiga korban lainnya yang sudah teridentifikasi, yakni Hizkia Jorry Saroinsong (23), Endang Sri Bagusnita (20) dan Fauzan Azima (25) belum diserahkan karena ahli waris belum dapat ditemui.

Sesuai aturan mengenai santunan korban kecelakaan yang meninggal dunia, Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta dalam bentuk tabungan kepada ahli waris sah korban.

Apabila telah ada kepastian dan dokumen sudah siap, Jasa Raharja memastikan segera memberikan santunan kepada keluarga korban.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala RS Polri Said Sukanto, Kombes Pol Musyafak, mengatakan korban yang teridentifikasi tim DVI Polri selanjutnya dikeluarkan surat kematian dari tim DVI.

"Kemudian kalau penumpang yang masuk dalam pesawat tidak teridentifikasi atau tidak ditemukan, proses dikeluarkannya surat kematian atas keputusan pengadilan," ujar Musyafak.

Baca juga: Jasa Raharja serahkan santunan ke keluarga korban Lion asal Sidoarjo
Baca juga: Jasa Raharja proaktif data keluarga penumpang Lion
Baca juga: Keluarga penumpang terima santunan lebih Rp1,3 miliar
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018