Shinta dan ibunya berterima kasih kepada Titiek Soeharto

Shinta dan ibunya berterima kasih kepada Titiek Soeharto

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Titiek Soeharto saat menjenguk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Shinta Danuar, Suryati yang sudah empat tahun dirawat di Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taiwan (23/11/2018). Tim Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi

Jakarta (ANTARA News) - Ibu dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Shinta Danuar, Suryati, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjenguk dan memberikan perhatian, khususnya buat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Titiek Soeharto.

Shinta sudah empat tahun dirawat di Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taiwan, karena mengalami kelumpuhan akibat virus yang menyerang sistem saraf tulang belakang yang dijenguk Titiek pada hari Minggu (18/11).

Suryati saat ini masih berada di Taiwan mendampingi Shinta, yang kabarnya bakal dipulangkan dalam waktu dekat. Ia berangkatkan dari Taiwan difasilitasi oleh Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.

"Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bu Titiek, kepada semua yang hadir pada waktu itu, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena masih peduli sama orang seperti saya dan Shinta," kata Suryati dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Suryati mengungkapkan bahwa Shinta sempat menangis saat dikunjungi oleh Titiek. Begitupun dengan dirinya yang merasa bahagia atas kepedulian putri dari Presiden RI ke-2, Soeharto itu.

"Shinta nangis saking senangnya, kok orang-orang terhormat seperti Bu Titiek mau jauh-jauh datang nengokin dia, bisa sepeduli itu sama dia, sampai nangis," katanya.

Suryati jadi nelangsa, karena anaknya begitu diperhatikan oleh Titiek.

"Sedangkan beliau (Titiek) kan orang terhormat kok mau mempedulikan orang seperti kami, seperti Shinta, terharunya disitu," katanya.

Sementara soal kepulangan Shinta, Suryati berharap secepatnya bisa terealisasi. Ia mengaku siap apapun resikonya, asalkan putrinya itu bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan dirawat di Indonesia.

"Saya minta agar Shinta dibawa pulang, apapun resikonya saya terima. Insya Allah saya siap apapun resikonya yang penting Shinta dibawa pulang ke Indonesia. Secepatnya bisa dibawa pulang," ujarnya.

Harapan itu disampaikan Suryati, setelah melihat kondisi fisik Shinta yang menurun drastis, dibanding saat pertama ia menjenguk Shinta pada Maret 2018 lalu.

Sebelumnya, Titiek Soeharto berjanji akan berupaya memulangkan Shinta kembali ke Tanah Air. Hal itu disampaikan Titiek saat menjenguk Shinta di Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taiwan.

"Kami sedang mengusahakan agar Shinta bisa kembali pulang ke Jakarta, dan bisa bertemu dengan anak dan keluarganya," kata Titiek.

Dia juga meminta pemerintah agar bisa secepatnya membantu memulangkan Shinta. "Saya mohon, Pemerintah Indonesia, khususnya BNP2TKI segera bisa membantu kepulangan Shinta ke Indonesia.

Baca juga: KDEI Taipei upayakan pemulangan pekerja migran Indonesia yang lumpuh

Baca juga: Pemerintah bantu pemulangan WNI yang lumpuh di Taiwan

Baca juga: TKI stroke di Taiwan dipulangkan
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018