Jaga kebersihan laut dari sampah plastik, Raja Ampat kampanye penggunaan tumbler

Jaga kebersihan laut dari sampah plastik, Raja Ampat kampanye penggunaan tumbler

Formasi pulau-pulau karst di Wayaq, Raja Ampat. (ANTARA News/Aditya ES Wicakson)

Waisai (ANTARA News)  -  Sampah plastik yang banyak mencemari laut di Indonesia, membuat pemerintah daerah dan masyarakat di Raja Ampat, Papua Barat, mengkampanyekan penggunaan tumbler atau tempat minum isi ulang, agar kebersihan dan keindahan laut terjaga

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan pemerintah dan masyarakat setempat sangat komitmen untuk menjaga kebersihan laut demi mendukung pariwisata berkelanjutan.

"Baca juga: 11 bangkai hiu ditemukan di Raja Ampat yang dapat merusak ekosistem bawah laut tersebut," kata Bupati di Waisai, Papua Barat, Kamis.

Dia mengatakan, salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan laut yakni mengkampanyekan penggunaan tumbler atau botol air minum isi ulang agar masyarakat mengurangi penggunaan botol plastik.

Menurut Bupati, jika seluruh masyarakat Raja Ampat menggunakan tumbler secara otomatis penggunaan botol plastik akan berkurang dan sampah plastik pun akan menurun.

Selain masyarakat, kata dia, wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga didorong agar menggunakan tumbler jika beraktivitas di perairan maupun pada destinasi-destinasi wisata setempat.

Dengan demikian sampah plastik terutama botol air mineral akan berkurang dan menyebabkan laut Raja Ampat tetap bersih dari sampah plastik.

Ia menyampaikan, tidak hanya pemerintah daerah tetapi lembaga-lembaga konservasi yang beroperasi di Raja Ampat juga mendorong masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan laut dan mengurangi penggunaan plastik.

"Para pemangku kepentingan pariwisata yang ada di Raja Ampat juga berkomitmen menjaga kebersihan laut sehingga keindahan bawah laut Raja Ampat tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi di masa yang akan datang," ungkapnya.

Baca juga: 11 bangkai hiu ditemukan di Raja Ampat

Baca juga: Botol plastik hingga sandal jepit ada di perut paus yang terdampar di Wakatobi


 
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018