NU Bogor hadirkan mantan Aspri Presiden Gus Dur

NU Bogor hadirkan mantan Aspri Presiden Gus Dur

Kyai Ahmad Muwafiq, mantan asisten pribadi era Presiden KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al-Falak,Pagentongan Kota Bogor.(ANTARA FOTO/HO-Ifan Haryanto/2018)

Bogor (ANTARA News) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Jawa Barat, menghadirkan KH Ahmad Muwafiq, yang dikenal sebagai mantan asisten pribadi Presiden KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid sebagai penceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 
"Beliau akan menyampaikan tausiyah yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Falak, Pagentongan, Kota Bogor," kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota  Bogor, Dr Ir Ifan Haryanto, M.Sc di Bogor, Sabtu.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Pagentongan dengan mengusung tema "Membangkitkan Nilai-Nilai Kebangsaan Demi Keutuhan NKRI" itu, katanya, dilaksanakan pada Sabtu malam selepas shalat Isya, yakni pukul 19.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Menurut Ifan, tema yang diusung tersebut dalam situasi Indonesia saat ini sangat penting diangkat, terlebih banyak muncul isme-isme yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman dan perjalanan panjang Kyai Ahmad Muwafiq dalam upaya-upaya merawat nilai kebangsaan ini akan mampu mengingatkan umat Islam di Indonesia," kata Ifan Haryanto, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU kawasan Inggris Raya saat studi master (S2) di Britania itu.

Sementara itu, KH Ahmad Muwafiq, yang juga populer dipanggil "Cak Afik", "Gus Muwafiq" atau Kiai Muwafiq, dikenal sebagai ulama muda NU yang memiliki pondok pesantren di Yogyakarta.

 

Pria kelahiran 2 Maret 1974 itu, menjalani masa studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta 1990-2001 itu, dan pernah menjabat sebagai Sekjen Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara. 

Selain ulama yang paham ilmu agama, Kyai Muwafiq juga mendalami berbagai ilmu lain, salah satunya ilmu sejarah dan peradaban yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima. 

Dalam berbagai ceramahnya, yang bisa diikuti melalui media sosial, seperti Youtube, ia selalu menekankan kepada kalangan generasi muda untuk memupuk rasa cinta Tanah Air.

Kepada generasi muda juga diingatkannya harus bangga dengan Islam Aswaja (Ahlus-Sunnah wal Jama'ah).

Baca juga: Kreasi "dongdang" warnai maulid nabi di Bogor

Baca juga: Ribuan warga berebut Gunungan Grebeg Maulud di Yogyakarta
 
Pewarta : Andi Jauhary
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018