LSM: perlu pengawasan ketat jaga kelestarian hiu

LSM: perlu pengawasan ketat jaga kelestarian hiu

Warga melintas tak jauh dari dua bangkai Hiu Tutul (Rhincodon typus) yang terdampar di Sukorejo, Gresik, Jawa Timur, Selasa (3/7/2018). Menurut nelayan setempat hiu tutul dengan bobot sekitar satu ton yang berdiameter enam meter dan lima meter tersebut terdampar di sekitar Tanjung Perak Surabaya dan sengaja ditarik perkampungan nelayan untuk dijadikan tontonan warga sekitar. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) (M Risyal Hidayat)

Jakarta, (ANTARA News) - Peneliti dari lembaga konservasi Conservation International Indonesia Abraham Sianipar mengatakan perlu adanya pengawasan dan patroli ketat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keletarian hiu dan menghindarkan mereka dari perburuan liar.

"Lagi-lagi ini kita lihat sebagai pengingat walapun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat tapi tentunya setelah ada peraturan ini harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat," kata Abraham saat dihubungi Antara, Jakarta, Sabtu.

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menambah daftar kejadian yang tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. 

Padahal keberadaan hiu di lautan juga akan mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan.

"Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut, hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut. Kasarnya lebih banyak hiu di laut kita ikan itu akan lebih banyak, dan itu ikan-ikan yang ekonomis penting yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein utama," ujarnya. 

Abraham mengatakan manfaat hiu telah dirasakan khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju dan mengerti bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut untuk menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting dan juga sebagai aset pariwisata.

"Saat mereka (masyarakat) melihat manfaat itu mereka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini karena kelompok hiu itu secara umum dia (hiu) hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah jadi hiu ini memang dia sangat kebanyakan, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat," tuturnya.

Abraham juga mengatakan pentingnya penyadartahuan bagi masyarakat luas Indonesia untuk berpartisipasi menjaga keberlanjutan hidup hiu di perairan.

"Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk penyadartahuan kepada masyarakat jadi bahwa spesies hiu ini terancam punah dan sebenarnya saat mereka kita manfaatkan sebagaimana aset pariwisata itu bisa memberikan manfaat cukup besar dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga: 11 bangkai hiu ditemukan di Raja Ampat
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018