BBRSPDI Temanggung rancang kurikulum edukasi kopi penyandang disabilitas

BBRSPDI Temanggung rancang kurikulum edukasi kopi penyandang disabilitas

PENYANDANG DISABILITAS BERLATIH MENJADI BARISTA - Penyandang disabilitas intelektual mengikuti latihan menjadi Barista (penyaji kopi) di komplek Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018). Pelatihan meracik kopi tersebut selain bertujuan untuk memberikan keterampilan juga untuk memberikan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas intelektual. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Temanggung, Jateng (ANTARA News) - Balai Besar Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, Jawa Tengah bekerja sama dengan Java Temanggung Coffe masih berupaya merancang kurikulum edukasi kopi bagi para penyandang disabilitas.

Kepala BBRSPDI Kartini Temanggung Murhardjani di Temanggung, Minggu menhelaskan edukasi tentang kopi bakal menjadi salah satu program keterampilan bagi penerima manfaat di balai tersebut.

Ia mengatakan inovasi pendidikan berupa edukasi kopi akan menjadi salah satu program pendidikan ketrampilan dengan menyesuaikan perkembangan zaman.

"Ini adalah pengembangan dari program pelatihan barista yang sudah dilakukan BBRSPDI dan Java Temanggung Coffe, sejak November lalu," katanya.

Menurut dia pelatihan barista (peracik kopi) merupakan program uji coba untuk rencana program pendidikan keterampilan edukasi kopi oleh Java Temanggung Coffee.

Java Temanggung Coffe merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang pengolahan kopi dan memberikan kursus barista kepada masyarakat umum.

Ia mengatakan semula ragu program tersebut bisa diikuti oleh penyandang disabilitas intelektual karena proses meracik kopi sangat rumit, karena setiap sajian kopi membutuhkan takaran kopi dan ukuran suhu yang tepat.

"Namun, keraguan kami hilang setelah empat penyandang disabilitas intelektual di BBRSPDI mulai bisa meracik kopi dengan benar," katanya.

Kurikulum untuk disabilitas berasal dari kurikulum pelatihan barista yang biasa dipakai Java Temanggung Coffe untuk melatih masyarakat umum, kemudian dimodifikasi.

Oleh karena itu, katanya, akan ada beberapa perubahan yang dilakukan agar materi yang diberikan bisa lebih mudah diterima oleh para penyandang disabilitas intelektual.

"Jadi sebelum ke materi mengenali dan meracik kopi, kami berharap nantinya ada materi lebih mendalam tentang alat-alat yang akan digunakan sehingga anak-anak mudah memahami," katanya.

Baca juga: Temanggung akan perluas lahan untuk kopi arabika

Baca juga: Menikmati kopi gratis di Jembatan Sigandul di Hari Kopi Dunia
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018