30 pedagang jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang belum ambil kunci

30 pedagang jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang belum ambil kunci

Dokumentasi pejalan kaki melintasi Jembatan Penyeberangan Multiguna Pasar Tanah Abang, di Jakarta, Jumat (7/12/2018). Uji coba lintasan JPM dilakukan mulai Jumat (7/12/2018) dan dibuka bagi para pejalan kaki mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 30 pedagang belum mengambil kunci kios di Jembatan Penyeberangan Multiguna/JPM, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin; padahal seharusnya sudah mengambil pada hari ini agar segera bisa berjualan.
     
Meskipun belum mengambil kunci,  namun 30 pedagang dipastikan bisa menempati kios di atas JPM, kata Doni S, karyawan PT Sarana Jaya yang mengelola jembatan itu.
     
Jika jumlah kios di atas jembatan sebanyak 446 unit, maka jumlah pedagang yang telah mengambil kunci adalah 416, katanya.
   
Ia mengatakan, JPM itu memiliki 446 kios dan sudah terisi oleh para pedagang yang telah terdata di Dinas Usaha Masyarakat Kecil Menengah DKI Jakarta sejak 2017.
     
"Sebanyak 446 pedagang itu dipilih  dengan cara mengundi dari 600 pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang depan Stasiun Tanah Abang," katanya.
   
Doni mengatakan, para pedagang diberi jangka waktu tiga tahun untuk berjualan JPM dan setelah itu, kios akan diisi pedagang lain secara bergiliran.
     
Agar pengguna bisa berbelanja dengan nyaman, JPM ini dilengkapi dengan toilet cerdas (smart toilet) yang saat ini bisa digunakan hanya dengan KTP elektronik karena toilet masih gratis.
   
"Jika nanti toilet sudah berbayar, pengguna bisa menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran," katanya.
   
Selain itu, pengelola JPM juga akan membuat mushola dan papan iklan elektronik yang dipasang di atas pagar pembatas sepanjang 400 meter sesuai panjang jembatan.
   
Untuk mengurangi hembusan angin, pengelola menyediakan tanaman hias yang menjalar di pagar pembatas.
   
Perawatan JPM ini dilakukan setiap hari termasuk toilet pintar agar tetap terjaga kebersihan. Saat ini, para pengguna JPM sudah mulai ramai membeli barang pedagang meski hari ini merupakan hari pertama para pedagang berjualan.
   
Setiap pedagang yang menempati kios di JPM diwajibkan membayar Rp500.000 per bulan  sebagai biaya keamanan dan kebersihan. "Para pedagang ini tidak menyewa, dan itu sudah menjadi hak guna bagi para pedagang," katanya.
   
Pemprov DKI membangun JPM itu untuk mengatasi kemacaten lalu lintas di depan Stasiun Tanah Abang. Penumpang stasiun akan menggunakan JPM sehingga tidak membuat jalan macet, sedangkan mobil melintas di bawah jembatan.
   
Para pedagang yang selama ini ikut andil dalam kemacetan akan dipindah ke atas jembatan.

Baca juga: Lalin Tanah Abang lancar pascauji coba JPM

Baca juga: Pengelola: JPM Tanah Abang mudahkan akses penumpang kereta

 
Pewarta : Reza Setiawan dan Santoso
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018