Industri minuman ringan terapkan teknologi tanpa pengawet pertama

Industri minuman ringan terapkan teknologi tanpa pengawet pertama

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada Peresmian Fasilitas Produksi Jus Teknologi High Pressure Processing (HPP) PT. Sewu Segar Primatama di Banten. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustria)

Jakarta (ANTARA News) - Industri minuman PT Sewu Segar Primatama (SSP) membangun fasilitas produksinya (Real Cold-Pressed Facility/CPF) secara terintegrasi dengan teknologi High Pressure Processing (HPP).

 

Metode HPP ini membuat perusahaan dengan merek dagang produk Re.juve ini menjaga kandungan nutrisi dan memperpanjang masa pajang produk (shelf life) hingga enam kali lebih lama tanpa bahan pengawet.

 

“Ini adalah pabrik pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan menggunakan teknologi HPP. Tentunya pabrik ini dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri dari sektor holtikultura,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat peresmian fasilitas HPP lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

 

PT SSP selaku industri minuman ringan yang memproduksi jus dalam kemasan botol plastik ini menyerap bahan baku lokal sebanyak 75 persen.

 

Menurut Airlangga, peresmian fasilitas PT SSP tersebut menjadi momentum tepat untuk merevitalisasi sektor industri makanan dan minuman di Indonesia agar lebih modern dan berdaya saing global.

 

“Baru sedikit negara di Asia bahkan dunia yang mengadopsi teknologi HPP, sehingga kita harus mengambil keuntungan dari keunggulan tersebut,” tegasnya.

 

Menperin meyakini, upaya tersebut dapat mewujudkan aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yakni menjadikan Indonesia masuk sebagai 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. 

 

“Kuncinya di industri 4.0 adalah sumber daya manusia dan teknologi,” tandasnya.

 

Sejak berdiri pada tahun 2014, PT SSP telah menyerap tenaga kerja di bagian produksi sebanyak 60 orang, serta didukung 200 orang di gerai dan 30 orang di back office. 

 

“Dengan adanya investasi ini, diharapkan produk yang dihasilkan tidak hanya dijual di Indonesia, tetapi juga diekspor ke Singapura, Hongkong, dan negara Asean lainnya,” imbuhnya.

 

Managing Director PT SSP Richard Anthony menyampaikan, pengadopsian teknologi HPP merupakan langkah strategis dalam rencana ekspansi Re.juve.

 

“Dengan fasilitas terbaru ini, kami memiliki kapasitas tahunan mencapai 15 juta botol, sehingga bisa merambah pasar di luar Jabodetabek dapat menikmati produk cold-pressed juice yang 100 persen segar, murni, dan alami,” ungkapnya.

 

Teknologi HPP milik PT SSP dipasok oleh Hiperbaric, penyedia peralatan teknologi HPP terbaik di dunia, yang telah merevolusi industri makanan dan minuman di Amerika Serikat dan Eropa dalam menikmati minuman dan makanan segar, termasuk cold-pressed juice.

 

“Produk Re.juve 100 persen segar karena terbuat dari hampir 1 kg buah dan sayur per botol (bukan konsentrat), 100 persen murni tanpa air, gula, pemanis buatan, atau pengawet, dan 100 persen alami karena menggunakan bahan mentah tanpa proses pemanasan,” papar Richard.

 

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2018