Kemenperin gelar Creative Business Incubator bagi kaum milenial

Kemenperin gelar Creative Business Incubator bagi kaum milenial

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum (ketiga dari kiri) berfoto bersama narasumber dan peserta program Creative Business Incubator 2018 di Jakarta, Sabtu (15/12/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, melalui Bali Creative Industry Center, menggelar program Creative Business Incubator (CBI) 2018 bagi pelaku industri kreatif kriya dan fashion di bawah usia 28 tahun.

"Program ini kami rencanakan untuk dilaksanakan selama dua tahun, dimana pada tahun pertama berupa sesi klasikal yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober hingga 15 Desember 2018, dengan materi terkait strategi usaha, business model canvas, manajemen pemasaran, produksi, dan operasi, sumber daya manusia, keuangan serta business plan," tutur Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum, di Jakarta, Sabtu.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk menguji pemahaman peserta, mereka diberikan tugas lapangan kemudian melakukan presentasi di hadapan narasumber.

"Kami juga mengundang pelaku usaha untuk sesi sharing diantaranya Brodo, Kreskros, Tanamas, Sijilifestyle, dan Oldblue. Dengan demikian peserta memahami materi baik dalam hal teori ataupun penerapannya. Kemudian pada tahun 2019, akan dilanjutkan dengan program pendampingan yang mengacu kepada business plan yang disusun," kata Ratna.

Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi dalam perencanaan, pelaksanaan program, "business pitching" dan evaluasi.

Pihak akademisi yang terlibat dalam program CBI ini adalah tim dari Universitas Prasetiya Mulya untuk penyusunan kurikulum serta pelaksanaan program.

Sedangkan pihak swasta yang berkolaborasi dalam program tersebut antara lain Tokopedia untuk aspek pemasaran, kemudian Angel Investment Network Indonesia, Talent Indonesia dan lain-lain dalam aspek evaluasi perencanaan bisnis serta "business pitching". Dari pihak BUMN turut terlibat Desk Inkubasi Bisnis Mikro dan Ritel Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Dengan berbagai fasilitas yang diberikan, kami berharap  26 pelaku industri kreatif bidang kriya dan fashion ini bisa menjadi ujung tombak dalam pengembangan Industri Kreatif Kriya dan Fashion di masa depan," ujar Ratna.

Berdasarkan  Data Statistik dan Hasil Survey Ekonomi Kreatif BPS serta Bekraf tahun 2018, sebanyak 78,53 persen pengusaha ekonomi kreatif berada di rentang usia 30-59 tahun, sedangkan pengusaha muda di bawah usia 30 tahun masih relatif kecil yakni 10,68 persen.

Baca juga: Kemenperin tingkatkan ekspor produk mode ke Paris
Baca juga: Kemenperin makin fokus jadikan Indonesia kiblat fesyen Muslim dunia
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018