Bawaslu Bangka Barat bentuk sekolah demokrasi

Bawaslu Bangka Barat bentuk sekolah demokrasi

Pelajar memainkan permainan ular tangga dengan pengetahuan Pemilu pada kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan Ular Tangga di SMA 7 Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/11/2018). Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula dalam Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Muntok (ANTARA News) - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk sekolah demokrasi untuk meningkatkan partisipasi sekaligus pengawasan para pelajar yang memiliki hak pilih terhadap pelaksanaan pemilihan umum.

"Sekolah demokrasi sudah kami bentuk selama setahun terakhir di seluruh sekolah menengah tingkat atas dan sederajat," kata anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Ekariva Anas di Muntok, Rabu.

Dia mengatakan sekolah demokrasi dibentuk dan dibutuhkan sebagai ajang pembelajaran berdemokrasi bagi para pemilih pemula di daerah itu.

Dalam pola pembelajaran tersebut, kata dia, sosialisasi, pendekatan dan pendampingan terhadap para pelajar terus dilakukan agar mereka semakin paham pentingnya melaksanakan hak sebagai warga negara dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum.

"Dalam setiap sosialisasi dan pendampingan, kami selalu menekankan pentingnya berpatisipasi aktif dalam setiap gelaran pesta demokrasi, bukan hanya sebatas menjalankan hak pilih, namun juga terlibat aktif dalam mengawal proses kepemiluan," kata dia.

Selain memberikan pemahaman berdemokrasi aktif kepada pelajar yang sudah memiliki hak pilih, petugas Bawaslu Kabupaten Bangka Barat juga menyasar para calon pemilih pemula yang kemungkinan akan memiliki hak pilih pada pemilu berikutnya.

"Kami berharap sekolah demokrasi bisa terus berkembang sehingga tercipta suasana sekolah yang aktif organisasinya, saling menghargai, saling bekerja sama, dan seluruh warga sekolahnya tetap bersatu dalam keberagaman," katanya.

Baca juga: Bawaslu RI: pemilih pemula perlu mengenal pemilu

Baca juga: Cara kekinian tingkatkan partisipasi pemilih pemula

Baca juga: Hoaks politik banyak menyasar pemilih pemula
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019