Warga tanam pohon di bantaran Sungai Karang Mumus

Warga tanam pohon di bantaran Sungai Karang Mumus

Dua alat keruk melakukan pengerukan endapan di Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kaltim, Senin (26/10). Salah satu upaya mengurangi sedimentasi adalah dengan menanam pohon di sepanjang daerah aliran Sungai Karang Mumus. FOTO ANTARA/Julipardiansyah/ss/hp/09

Samarinda (ANTARA News) - Sekitar 700 warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), yang berasal dari berbagai elemen seperti siswa SD, SMP, SMA, ibu-ibu kelompok arisan, dan lainnya menanam pohon di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda, Kamis.

"Kami bersyukur karena makin hari makin banyak warga yang perhatian terhadap SKM, sehingga ke depan kami optimis makin banyak yang memahami tentang makna sebenarnya, apa itu restorasi sungai," ujar Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) SKM, Misman di Samarinda, Kamis.

Sejumlah peserta yang hadir diantaranya SDN 003 Palaran, SDN 015 Sungai Kunjung, SDN 010 Samarinda Kota, SDN 004 Samarinda Kota, SDN 005 Samarinda Kota, SMPN 16 Samarinda, MAN 2 Samarinda, kelompok Arisan Ibu-Ibu Lurah, dan dari Forum Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Samarinda.

Kegiatan mereka tersebut bersamaan dengan HUT TVRI Kaltim yang ke-56, sehingga para kru dari TVRI Kaltim juga turut menanam pohon di bantaran SKM kawasan Muang dalam upaya turut mencetak hutan kota yang masih minim.

Menurut Misman, selama ini sudah ada ribuan warga Samarinda, bahkan warga dari luar Samarinda yang berpartisipasi dalam upaya membersihkan SKM mulai dari memungut sampah yang terapung, berserakan di tepinya, hingga yang terpendam di dasar sungai.

Selain itu, ada ribuan pula warga yang membantu bibit pohon, ada yang mencari biji buah langka yang merupakan spesies sungai untuk disemai, dibibitkan, dan kemudian ditanam di bantaran sungai maupun di ruang sungai.

Diantara tujuan penanaman pohon di ruang SKM adalah agar daunnya menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida, sementara akarnya mampu menahan erosi, menyerap racun secara alami, dan membantu berkembangnya ekosistem.

Sementara dalam proses penanaman pohon tersebut dibagi menjadi beberapa titik karena banyak orang yang datang, diantaranya sebagian peserta ada yang khusus membuat lubang tanam di bagian hilir, kemudian sebagian menanaminya.

"Sedangkan kelompok lainnya langsung menuju ke seberang sungai karena di kawasan itu sudah disiapkan oleh Yustinus (Koordinator Umum GMSS-SKM) sebanyak 120 lubang tanam. Setelah ini, kami bersama orang yang peduli tentu akan terus merawatnya agar tanaman dapat tumbuh," ucap Misman.

Baca juga: Ribuan pohon dtanam pegiat sungai di Samarinda
Baca juga: Ekologi sungai Karang Mumus di Samarinda alami kerusakan
Baca juga: Pecinta lingkungan terus restorasi Sungai Karang Mumus

 
Pewarta : M.Ghofar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019