"Bioling" sarana Universitas Muhammadiyah Malang mendidik masyarakat

Bioskop Keliling Petugas melintas di samping mobil bioskop keliling di halaman Galeri Nasional, Jakarta, Senin (25/2). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menambah 40 mobil bioskop keliling dari 20 yang telah ada pada 2013 ini untuk memberikan kesempatan masyarakat di daerah yang tak tersentuh bioskop khususnya anak-anak dapat menikmati karya film nasional yang bermutu terutama yang sarat nilai edukasi. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Malang, Jatim (ANTARA News) - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan peran sertanya untuk memberikan pendidikan kepada  masyarakat di Tanah Air, khususnya Jawa Timur, dengan program Mobil Bioskop Keliling (Bioling) alias layar tancap.

Sekretaris Humas dan Protokol UMM, Mohammad Isnaini di Malang, Selasa, mengemukakan Bioling merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Bioling direncanakan bakal berkeliling ke seluruh pelosok Jawa Timur dan sejumlah wilayah di Indonesia untuk menyajikan tontonan dan tuntunan yang mendidik," katanya.

"Tidak semua orang punya kesempatan untuk pergi ke bioskop. Oleh karenanya, UMM berusaha berperan untuk mengedukasi dan melayani masyarakat yang tidak memiliki kesempatan ke bioskop agar tahu film-film Indonesia," tambahnya.

Ke depan, kata Isnaini, seperti jangkauan Mobil Kamis Membaca (KaCa) yang sudah diluncurkan dan beroperasi lebih dulu, Bioling bakal menyasar tempat-tempat khusus untuk lebih menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas, seperti ke lembaga pemasyaratakan, panti jompo, dan tempat-tempat khusus lainnya.

Melalui Mobil KaCa, Mobil Bioling, serta konsep menarik lainnya, UMM ingin memberikan kemanfaatan seluas-luasnya kepada masyarakat. Beberapa aksi ini sebagai kiprah nyata pengabdian UMM untuk masyarakat.

Ia menambahkan memberikan edukasi dengan konsep hiburan kepada masyarakat kurang beruntung sangat perlu dan UMM ingin terus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat tanpa mengekslusifkan siapa pun.

Lebih lanjut, Isnaini mengatakan pemutaran film melalui Bioling atau layar tancap juga bertujuan memberi informasi tentang kebudayaan terkait budaya lokal. Masyarakat diajak untuk mengenal berbagai film yang memiliki nilai edukasi dan kebudayaan melalui layar tancap.

Pemutaran film perdana melalui Bioling sudah dilakukan di Panti Asuhan Pakisaji, Kabupaten Malang, Ahad (13/1). Gerimis tak menyurutkan antusiasme warga Pakisaji untuk menghadiri gelaran sekaligus peluncuran Mobil Bioling UMM. Warga sekitar memadati pelataran Panti Asuhan tersebut.

Pengurus Panti Asuhan Pakisaji Rozy mengaku senang dengan hadirnya Mobil Bioling ke panti asuhan yang ia asuh. "Baru pertama kali ada layar tancap yang mau datang jauh-jauh dari Kota Malang untuk mengudekasi anak-anak panti asuhan mengenai film," ucapnya.

Rozy juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UMM. "Anak-anak kalau mau ke bioskob itu jauh sekali dan mahal. Oleh karena itu, ketika ada bioskop keliling UMM mau ke panti, saya langsung setuju," ujar Rozy.

Selain menyediakan dan memutar film-film teranyar, Bioling juga menyediakan film garapan mahasiswa UMM sendiri. Bioling melengkapi keberadaan Mobil KaCa yang juga berkeliling untuk mengedukasi masyarakat luas terkait literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat lainnya.

Baca juga: UMM salurkan air bersih di daerah kekeringan

Baca juga: UMM-ICSSQS akan teliti mukjizat sains dalam Alquran
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019