Vaksinasi mampu tekan kasus rabies di Kabupaten Sigi-Sulteng

Vaksinasi mampu tekan kasus rabies di Kabupaten Sigi-Sulteng

Antisipasi Penyebaran Kasus Rabies Warga membawa seekor kucing sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rabies di Pet Park, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/10/2017). Vaksinasi untuk mengantisipasi rabies secara gratis tersebut dalam rangka perayaan 'Pet Healthy Day.' (ANTARA/M Agung Rajasa)

Sigi, Sulteng (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, dalam kurun tiga tahun terakhir ini berhasil menekan kasus rabies di daerah itu dengan gencar melaksanakan sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Tugiran, Rabu, di Sigi, mengatakan, penyakit gigitan anjing gila di daerahnya tetap mendapat perhatian serius pemerintah setempat.

"Kami melaksanakan vaksinasi dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka rutin melakukan vaksinasi terhadap binatang peliharaan seperti anjing, kera/monyet dan kucing," katanya.

Ketiga binatang itu dapat menularkan penyakir rabies sehingga perlu mendapat perhatian masyarakat.

Menurut Tugiran, masyarakat yang memiliki binatang tersebut harus dengan kesadaran sendiri melakukan vaksinasi secara rutin.

Di samping itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga mempunyai program khusus vaksinasi yang melibatkan banyak  petugas di lapangan.

Tugiran tidak merinci, tetapi pada 2018, instansinya merealisai vaksinasi rabies di 15 kecamatan di Kabupaten Sigi dengan menghabiskan vaksin sebanyak 2.700 cc dari target 2.500 cc.

Dia mengaku kasus rabies di Kabupaten Sigi setiap tahunnya cenderung menurun. Namun demikian, tetap perlu diwaspadai .

Kasus rabies yang menonjol di Kabupaten Sigi, kata dia, yakni di Kecamatan Palolo, KUlawi dan Juga Sigibiromaru.

Tugiran mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan binatang peliharaan, sebab biarpun jinak, sewaktu-waktu bisa menggigit tuannya.

Karena itu, mengantisipasinya, maka perlu binatang tersebut divaksinasi secara rutin sesuai dengan jangka waktu.

Jika sudah divaksin, maka dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan, demikian Tugiran.

Baca juga: Ribuan Anjing Ikut Gerakan Vaksinasi

Baca juga: BBTNLL bangun penangkaran tarsius di Sigi

Baca juga: Vaksinasi massal bebaskan Bali dari rabies
Pewarta : Anas Masa
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019