45,5 persen anak sehat di Jakarta alami gangguan saluran cerna menurut riset

45,5 persen anak sehat di Jakarta alami gangguan saluran cerna menurut riset

Arsip Foto. Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) mendengarkan dongeng di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).(ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah)

Jakarta (ANTARA News) - Hingga 45,5 persen anak sehat di Jakarta mengalami gangguan integrasi saluran cerna menurut hasil penelitian dr Muzal Kadim, Sp.A (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut disertasi dr Muzal Kadim, Sp.A(K) tentang "Manfaat Formula yang Diperkaya Seng, Glutamin, Serat, dan Prebiotik terhadap Pertumbuhan dan Morbiditas Anak Berusia 1-3 Tahun" yang diuji di FKUI Jakarta, Senin, angka kasus gangguan integrasi saluran cerna di Jakarta tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kasus di negara lain di Asia.

"Temuan ini cukup mengejutkan karena gangguan integritas mencapai 45,5 persen, lebih tinggi dari negara-negara di Asia, sekitar 30 persen," kata Muzal.

Gangguan integritas saluran usus merupakan suatu kondisi di mana usus mengalami kebocoran sehingga tidak mampu menyerap dengan baik sumber gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Muzal menjelaskan gangguan usus tersebut memiliki keterkaitan dengan kekurangan asupan gizi anak yang yang menyebabkan malnutrisi dan stunting, anak bertubuh pendek karena kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan.

"Kalau penyerapannya terganggu asupan gizinya jadi tidak baik, pertumbuhannya juga terganggu," kata dia.

Menurut hasil penelitian Muzal, anak-anak yang mengalami gangguan penyerapan saluran cerna merupakan anak-anak sehat berusia satu sampai tiga tahun.

Muzal mengatakan gangguan integritas saluran cerna tidak memiliki gejala sehingga tidak dirasakan oleh anak. 

Kondisi anak sehat yang memiliki gangguan penyerapan pada usus bisa makin buruk kalau mereka hanya mendapatkan asupan gizi terbatas.

"Anak-anak kan biasanya sulit makan, sudah asupan gizi yang masuk sedikit karena sulit makan, penyerapan gizinya juga terganggu sehingga yang diserap hanya sedikit," kata Muzal.

Muzal mengatakan gangguan saluran cerna anak dapat diatasi dengan menambah suplemen seng, glutamin, serat, dan prebiotik yang biasanya ada dalam susu formula.

Perbaikan saluran cerna anak lewat pemberian susu formula yang diperkaya suplemen zat gizi tersebut bisa dilakukan hanya dalam waktu enam bulan menurut Muzal.

Baca juga:
Penuhi kebutuhan serat agar saluran cerna anak sehat
Otak cerdas berawal dari pencernaan sehat

 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019