Teater Pandora tampilkan kondisi perpolitikan melalui ludruk

Teater Pandora tampilkan kondisi perpolitikan melalui ludruk

Pertunjukan Suto Mencari Jabatan yang diselenggarakan Teater Pandora yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (Indriani)

Jakarta (ANTARA News) - Teater Pandora menyelenggarakan pementasan ludruk yang berjudul "Suto Mencari Jabatan" yang menampilkan kondisi perpolitikan saat ini yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu.
     
"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa politik itu cuma sesaat. Jadi jangan sampai yang sesaat itu merusak pertemanan kita yang selamanya," ujar sutradara "Suto Mencari Jawaban" atau Sumenjab, Yoga Mohamad.
   
Sumenjab merupakan produksi Teater Pandora yang kesebelas. Penampilan kali ini merupakan kolaborasi dengan Relawan Pengusaha Muda Nasional.
   
Sumenjab berbicara mengenai kekuasaan, jabatan, dan kepentingan yang kini sedang hangat dibicarakan dalam menyambut pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun.
   
Sumenjab menghadirkan Suti sebagai gabungan dua kandidat yang sedang bertarung saat ini. Penonton diajak berpikir mengenai pilihan mereka dan pada akhirnya kedua kandidat itu yang hampir menjadi kultus pada dasarnya adalah manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
   
"Melalui pementasan ini kami mengajak penonton untuk tertawa sekaligus mikir. Anak muda harus pintar, jangan mau dipecah belah. Politik harus dinikmati secara gembira karena banyak kelucuan dan keluguan yang terjadi di belakangnya," kata dia lagi.
   
Pimpinan produksi Maharani Megananda  mengatakan karya itu merupakan respon atas kondisi sosial politik, dan milenial sebagai kelompok yang paling menentukan harus tetap menjaga perdamaian sesama anak bangsa.
   
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus didukung dan diselenggarakan banyak pihak, sehingga anak muda mendapatkan narasi dan hiburan alternatif di tengah pilihan politik yang terbagi dua. Sehingga anak muda bisa menikmati proses politik dengan gembira," jelas Maharani.
 
    Baca juga: "Lakon Misteri Istana Songgoriti" tampilkan ludruk zaman now
Baca juga: Surabaya kesulitan lestarikan ludruk
Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019