Solok selatan butuh 30 tenda pengungsian

Solok selatan butuh 30 tenda pengungsian

Salah seorang korban gempa bumi, Samsimar (85) yang mengalami luka di bagian kepalanya berbaring di lokasi pengungsian di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019). BPBD Solok Selatan mencatat data terakhir dampak gempa tektonik 5,3 SR mengakibatkan 398 rumah warga di tiga kecamatan rusak dan sedikitnya 55 orang mengalami luka-luka. (ANTARA FOTO/Handout/Humas Solok Selatan/Bustanu Ilmi/Ief/wsj.)

Padang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, masih membutuhkan 30 tenda untuk pengungsian warga yang terdampak gempa bumi yang melanda daerah itu pada Kamis (28/2).

"Tenda itu akan kami distribusikan untuk empat nagari yang terdampak gemba bumi," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Solok Selatan Sumardianto ketika dihubungi Jumat.

Kebutuhan tenda pengungsian itu yakni Nagari Sungai Kunyit sebanyak sepuluh tenda, Talunan sepuluh tenda, Sungai Kunyit Barat lima tenda dan Ranah Pantai Cermin lima tenda.

Masyarakat di keempat nagari tersebut sejak Kamis malam masih belum berani pulang karena khawatir dengan gempa susulan dan kondisi rumah di empat nagari strukturnya yang rusak akibat dihoyak gempa. "70-80 persen rumah warga di empat nagari ini rusak," ujarnya.

Untuk menampung para warga yang belum berani pulang, pemerintah setempat pada Kamis baru mendirikan empat tenda pengungsian di nagari yang padat penduduknya. Sementara warga yang tidak bisa tidur di tenda mengungsi menginap ke rumah saudara dan tidur di halaman rumah. "Kebutuhan tenda ini mendesak," ujarnya.

Selain tenda, imbuhnya, dibutuhkan juga logistik siap saji. Sementara terkait air bersih, sudah dipasok oleh Dinas Sosial dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Ia menambahkan posko utama penanganan dampak gempa Solok Selatan dipusatkan di kantor Camat Sangir Balai Janggo kendati yang terdampak gempa sebanyak tiga kecamatan. Posko pendukung dirikan di empat nagari yang terdampak gempa.

"Bantuan ke posko utama dulu baru didistribusikan ke posko pendukung," ujarnya.

Ia menambahkan, kini juga tengah dilakukan akurasi data karena masih ada warga yang terdampak gempa yang belum terdata.

Data BNPB menyebutkan kerusakan yang diakibatkan gempa bumi tersebut sebanyak 343 rumah rusak dengan rincian rusak berat 29 rumah, rusak sedang 118 rumah, rusak ringan 196 rumah, kemudian satu sekolah rusak, satu rumah ibadat rusak dan dua fasilitas kesehatan rusak.

Sementara warga yang mengalami luka-luka sebanyak 48 orang. Belum ada laporan warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.

Sebanyak lima nagari terdampak gempa tersebut, yakni Lubuk Malako Kecamatan Sangir Jujuan, Sungai Kunyit, Sungai Kunyit Barat, Talunan Maju di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Nagari Ranah Pantai Cermin di Kecamatan Sangir Batang Hari.*

Baca juga: Kemensos kirim Rp355 juta dukung logistik korban gempa Solok

Baca juga: BMKG: gempa Solok Selatan dipicu sesar aktif yang belum terpetakan

Baca juga: Pemkab dirikan tenda untuk korban gempa Solok Selatan


 
Pewarta : Miko Elfisha dan Joko Nugroho
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019