Sekolah demokrasi akan didukung Dinas Pendidikan Bangka Barat

Sekolah demokrasi akan didukung Dinas Pendidikan Bangka Barat

Pendidikan politik kepada pelajar dan tata cara pemilihan umum kepada pemilih pemula. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Muntok, Babel (ANTARA) - Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Bangka Barat akan mendukung gerakan sekolah demokrasi yang digagas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk meningkatkan pemahaman pendidikan politik para pelajar di daerah itu.

"Gerakan sekolah demokrasi yang akan digiatkan di seluruh sekolah tingkat atas di Bangka Barat perlu didukung semua pihak karena akan bermanfaat bagi para pelajar yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Babel Wilayah III Kabupaten Bangka Barat, Sudarni di Muntok, Sabtu.

Selain memberikan pendidikan politik, gerakan yang digagas Bawaslu Kabupaten Bangka Barat tersebut juga akan memberi manfaat pada meningkatnya partisipasi pemilih pemula pada pelaksanaan pemilu.

Berdasarkan data pada Desember 2018, unit sekolah tingkat atas di daerah itu sebanyak 24 yang tersebar di enam kecamatan dengan jumlah siswa 7.615 orang.

"Dari jumlah tersebut sepertiganya merupakan para pemilih pemula yang akan memilih pada Pemilu 2019, mereka ini harus mendapatkan pendidikan politik agar ikut berpartisipasi," ujarnya.

Menurut dia, siswa-siswi yang saat ini duduk di kelas 12 harus mendapatkan pendidikan politik sesuai porsinya untuk menghindarkan mereka dari golput, korban penyebar berita bohong dan berbagai pola kampanye negatif lainnya.

Ia menyarankan agar Bawaslu dan penyelenggara pemilu serta pihak terkait lainnya membuat formula pas terkait penyampaian materi pendidikan politik agar mudah diterima para pemilih pemula.

"Perlu pola penyampaian atau sosialisasi yang lebih konstruktif agar para pemilih pemula bisa berpartisipasi lebih banyak," kata dia.

Partisipasi memilih pada setiap pelaksanaan pemilu merupakan salah satu cara dan hak setiap warga negara dalam kedaulatan berdemokrasi untuk menentukan pembangunan negara.

Untuk itu, menurut Sudarni gerakan sekolah demokrasi perlu dilanjutkan agar para siswa lebih berperan dan aktif dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilu.

"Kami siap memfasilitasi, tinggal menunggu pelaksanaan, penjadwalan dari Bawaslu kapan mereka akan turun ke sekolah-sekolah," lanjutnya.

Gerakan sekolah demokrasi digagas Bawaslu Bangka Barat, gerakan itu nantinya para petugas pengawas bersama penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten dan kecamatan akan memberikan materi pendidikan politik dan kepemiluan di sekolah-sekolah tingkat atas.

Selain memberikan pendidikan politik tingkat dasar, gerakan sekolah demokrasi juga akan memberikan sosialisasi kepemiluan, simulasi tata cara memilih di TPS dan pola pengawasan aktif yang bisa dilakukan masyarakat.

Melalui gerakan itu diharapkan generasi muda di daerah itu melek politik dan siap menjadi politisi atau pemimpin masa depan yang sadar politik.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019