Gempa kembali kejutkan warga Ampenan

Gempa kembali kejutkan warga Ampenan

Ilustrasi - Dansektor III wilayah Lombok Timur, Kolonel Mar Aziz (kedua dari kanan) didampingi personil TNI lainnya meninjau jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (17/8/2018). Dok Puspen TNI)

Mataram (ANTARA) - Warga Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kembali dikejutkan oleh gempa bumi yang kekuatan guncangannya dirasakan cukup besar.

Dari pantauan Antara yang berada di dekat dengan Pantai Ampenan, guncangan gempa dirasakan bergerak horizontal. Meskipun pergerakannya lamban namun periode guncangannya terasa cukup lama, sekitar satu menit.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geogisika (BMKG) melalui laman resmi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), merilis kekuatan gempa yang terjadi pada pukul 15.09 Wita tersebut.

"Informasi BMKG, 5,2 SR (Skala Richter), tidak berpotensi tsunami," kata Dina kepada wartawan ANTARA di Ampenan, Minggu.

Kemudian untuk titik koordinat guncangan diinformasikan berada di darat dengan kedalaman 11 kilometer. Dalam rilisnya, BMKG mendeteksi pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur, dekat Kaki Gunung Rinjani.

Karena itu, wartawan mencoba mencari informasi dengan menghubungi Rosidin, seorang warga yang bermukim di areal Kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Dari informasi yang dia sampaikan, gempa yang terjadi cukup mengejutkan warganya. Banyak warga yang keluar rumah meskipun kondisi cuaca sedang hujan.

"Warga di sini pada kaget semua, soalnya lumayan besar gempanya, ini saja banyak yang di luar rumah, pada kehujanan, habis gempa itu turun hujan," ujar Rosidin.

Gempa yang dirasakan di tempatnya, diceritakan tidak berbeda dengan yang dirasakan warga di Kota Mataram, bergerak pelan dalam periode waktu cukup lama.

"Syukurnya guncangannya tidak keras, pelan, jadi tidak ada yang panik berlarian keluar rumah," ucapnya.*

Baca juga: Bangunan tua di Ampenan roboh pascagempa susulan

 
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019