DPR: Tol KLBM Jatim layak ditiru daerah lain

DPR: Tol KLBM Jatim layak ditiru daerah lain

ilustrasi jalan tol. (ANTARA/M Razi Rahman)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono Suratto menyatakan, pembangunan ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) di Jawa Timur layak ditiru daerah lain karena berbagai aspek pembangunannya berasal dari dalam negeri.

"Tidak ada bank asing dan negara asing yang masuk ke sini. Pembiayaannya dari PT Waskita Bumi Wira yang melakukan konsorsium 42 bank dalam negeri senilai Rp12 triliun," kata Anton Sukartono Suratto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dukungan dalam menjalankan pembangunan tersebut sepenuhnya berasal dari dalam negeri, mulai dari pendanaan, konstruksi, pekerja, dan bahan baku. Proyek tol tersebut merupakan konsinyasi PT Waskita Bumi Wira terhadap pemerintah selama 45 tahun.

Ia juga menyatakan apresiasinya karena proyek tersebut tidak memakai APBN serta apalagi bahan bakunya adalah dibeli sendiri dari produk dalam negeri. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh di daerah lain," kata Wakil Ketua Komisi V DPR itu.

Politisi Partai Demokrat itu menyatakan, ke depannya konektivitas tol KLBM tidak hanya untuk pelabuhan, tetapi juga semua masyarakat terkonektivitas mulai dari Gresik sampai ke Surabaya.

Selain itu, ujar dia, dari Madiun nantinya juga melewati tol ini, sehingga ke depan akan menjadi jalan sentral penghubung ke semua kota/kabupaten di Jatim. "Di tahun 2020 akhir pengerjaan tol sepanjang 38 KM sudah bisa di lalui. Sehingga untuk dari Gresik ke Surabaya tidak ada lagi kemacetan," ucapnya.

Anton setelah konsinyasi selesai selama 45 tahun dan utang sudah lunas, agar jalan tol tersebut bisa digratiskan atau tarifnya bisa diturunkan untuk semua pengguna jalan tol.

Pembangunan tol KLBM tersebut diharapkan bisa menjadi akses antara wilayah selatan dan wilayah utara Jawa Timur, termasuk integrasi ke pelabuhan dan wilayah kawasan industri yang ada di kedua wilayah itu, sehingga tercipta sinergi saling koneksi antara bahan baku mentah dengan bahan baku setengah jadi atau bahan jadi.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mempertanyakan apakah pembangunan ini sudah melalui suatu penelitian terhadap masyarakat yang mau menggunakan jalan tol sehingga pengembalian utang ke bank juga bisa terealisasi dengan baik.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyampaikan kepada Kementerian PUPR untuk bisa mengakomodir kebutuhan kawasan depo kontainer atau kontainer untuk kereta api yang rencananya akan dibangun di wilayah sekitar tol Lamongan – Gresik.

Sedangkan Anggota Komisi V DPR RI Rahmat Nasution Hamka mengapresiasi pembiayaan tol yang berasal dari konsorsium sindikasi 44 lembaga perbankan baik bank daerah maupun bank nasional.

"Dengan adanya 44 bank daerah dan nasional yang mengumpulkan dana sebesar Rp 12 triliun untuk membiayai tol tersebut, ini salah satu contoh yang cukup inspiratif dan kreatif, yang kita harap ke depannya terus dilakukan," kata politisi PDIP itu.

Baca juga: Presiden resmikan tol Surabaya-Mojokerto ruas Sepanjang-Krian
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019