Kelompok bersenjata culik dua dokter Kuba di Kenya

Kelompok bersenjata culik dua dokter Kuba di Kenya

Sandera asal Inggris Judith Tebbutt, 56, terlihat di pinggir kota Adabo, Somalia tengah, Rabu (21/3). Pembajak Somanlia membebaskan sandera Judith Tebbutt pada hari Rabu, enam bulan setelah pria bersenjata menembak mati suaminya dan menculik dirinya dari sebuah resor pantai di wilayah sekitar Kenya. Penculikan Tebbutt dan penculikan warga asing lainnya memaksa Kenya mengirimkan ratusan pasukan ke Somalia pada bulan Oktober sebagai upaya untuk menghancurkan jaringan yang terkait dengan Al Qaeda, militan al Shabaab yang menjadi tersangka penyerangan oleh Nairobi. (FOTO ANTARA/REUTERS/Stringer)

Nairobi (ANTARA) - Kelompok pria bersenjata tak dikenal menculik dua dokter asal Kuba yang bekerja di Kenya dan menembak mati seorang petugas kepolisian, lapor lembaga penyiaran KTN News dan surat kabar Daily Nation, Jumat.

Daily Nation menyebutkan para penyerang membawa kabur dua dokter tersebut setelah menembak petugas di Mandera, yang terletak di timur laut Kenya.

Sedangkan KTN News melaporkan bahwa polisi mencurigai dokter dan penculik mereka, yang diduga anggota kelompok Ash-Shabaab yang terkait Al-Qaeda, kabur menuju Somalia.

Dahulu, Mandera kerap menjadi lokasi penyerangan, yang mengakibatkan puluhan warga sipil dan personel keamanan tewas. Ash-Shabaab mengaku bertangggungjawab atas sebagian besar serangan.

Ash-Shabaab sedang berupaya menggulingkan pemerintah pusat Somalia dan mendirikan pemerintahan mereka sendiri berdasarkan pemahaman mereka tentang hukum Islam.

Kelompok tersebut juga kerap melancarkan serangan di Kenya, kebanyakan di wilayah yang berbatasan dengan Somalia, guna menekan pemerintah Kenya agar menarik pasukan mereka dari Somalia.

Sumber; Reuters
Baca juga: Dokter Spanyol yang diculik di Kenya dibebaskan di Somalia
Baca juga: Al-Shabaab bantah dalangi penculikan di Kenya
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019