BPN: Prabowo-Sandi akan wujudkan adil-makmur untuk semua

BPN: Prabowo-Sandi akan wujudkan adil-makmur untuk semua

Pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memadati Aku -Alun Tangerang, Banten, Sabtu (13/4/2019) (Fathur Rochman)

Tangerang (ANTARA) - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaen mengatakan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi akan mewujudkan adil dan makmur untuk semua masyarakat.

"Adil dan makmur harus bersama, adil bukan untuk segelintir orang saja. Prabowo-Sandi akan membawa Indonesia yang besar ini sebagai negara yang adil dan makmur," kata Ferdinand dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Alun-alun Kota Tangerang, Banten, Sabtu.

Dia menilai, selama 4,5 tahun, keadilan hanya dirasakan oleh segelintir orang dan kemakmuran belum terwujud untuk semua masyarakat.

Ferdinand yang merupakan politisi Partai Demokrat itu menyoroti kondisi ekonomi yang masih sulit selama 4,5 tahun seperti harga kebutuhan pokok dan harga listrik yang terus naik sehingga menyengsarakan rakyat.

"Ibu-ibu kalau ke pasar dibuat pusing karena harga kebutuhan pokok tinggi, bapak-bapak keningnya berkerut karena harus membayar listrik yang harganya meningkat. Anak-anak muda pusing mencari kerja," ujarnya.

Menurut dia, kalau masyarakat tidak ingin kondisi tersebut terus berlanjut maka tanggal 17 April harus memilih Prabowo-Sandi.

Selain itu, dia meminta pendukung Prabowo-Sandi untuk solid menjaga suara karena jangan sampai pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu dikalahkan oleh kecurangan.

"Kebenaran tidak boleh diperjualbelikan dan tidak boleh dikhianati. Karena itu kita harus merebut kedaulatan rakyat, ketika suara kalian dicurangi, maka harus bangkit melawan," katanya.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti oleh dua pasang calon. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019