Mendikbud jadi "bintang" TPS 20 Jatimulyo, Kota Malang

Mendikbud jadi

Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendi bersama istri Suryan Widati usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 20 Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4) (FOTO ANTARA/Endang Sukarelawati)

Malang (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendi menjadi "bintang" di lokasi ia mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 20 Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, Jawa Timur,  Rabu.

Begitu tiba di lokasi TPS yang berada di Jalan Pisang Kipas itu, Mendikbud bersama sang istri Suryan Widati langsung "diserbu" para pemilih yang memadati TPS 20. Tidak hanya bersalaman, tapi warga juga minta foto bersama.

Silih berganti Mendikbud yang mengenakan baju putih itu melayani warga untuk foto bersama, tak terkecuali pemilih penyandang disabilitas.

Bahkan, Mendikbud mendatangi dan memeluk pemilih disabilitas tersebut, dan dilanjutkan dengan perbincangan hangat dengan sejumlah warga yang memadati TPS 20 Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.

Usai melayani warga foto bersama dan berbincang, Mendikbud menggunakan hak pilihnya di bilik suara nomor 3 dan nomor 4 untuk sang istri.

Usai mencoblos, Mendikbud mengaku agak lama berada di dalam bilik suara karena ada lima surat suara yang harus dicoblos.

"Mudah-mudahan masyarakat, khususnya yang sudah sepuh (tua) sudah paham dan saya mengapresiasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang memasang gambar capres-cawapres dan para calon legislator," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Hanya saja, lanjut Muhadjir, seharusnya petugas KPPS juga ada yang mendampingi pemilih ketika memasukkan surat suara ke kotak suara, terutama pemilih yang sudah tua agar tidak sampai tertukar (salah) karena surat suara kalau dilihat sepintas hampir sama.

Muhadjir berharap presiden yang terpilih nanti bisa dan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju. "Siapa pun nanti yang terpilih diharapkan bisa membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia," ucapnya.

Kalau ada negara yang mendapatkan predikat sebagai "raksasa" ekonomi atau militer, kata Muhadjir, bangsa Indonesia sdah dikenal sebagai raksasa budaya. "Ini yang harus kita upayakan agar budaya bangsa kita semakin mendunia dan secara ekonomi juga lebih baik dan meningkat, sehingga rakyat sejahtera," paparnya.

Di TPS 20 Kelurahan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang terdapat 276 pemilih tetap dan ada 41 pemilih tambahan (pindahan). Sementara DPT Kota Malang mencapai 610.671 pemilih.

Baca juga: Mendikbud: Lembaga pendidikan tidak boleh digunakan untuk politik
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019