BPBD Kotabaru distribusikan bantuan logistik ke Pulau Matasiri

BPBD Kotabaru distribusikan bantuan logistik ke Pulau Matasiri

BPBD Kotabaru mendistsribusikan bantuan kepada korban tanah longsor di Pulau Matasiri, Kotabaru. (Antaranews Kalsel/ist/ftr/imm)

Kotabaru (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mendistribusikan bantuan untuk korban bencana alam di Pulau Matasiri Kecamatan Pulau Sembilan.

“Ada bantuan logistik, peralatan sekolah anak, dan juga bantuan dari BNPB,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya, Jumat.

Dirinya memimpin langsung pendistribusian bantuan ini bersama beberapa anggota serta sejumlah personel Basarnas dari Pos SAR Kotabaru.

Rombongan terlebih dulu bergerak lewat jalur darat ke Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal ke Pulau Matasiri. Pihaknya terpaksa menyewa kapal nelayan karena armada yang ada tidak mendukung.

“Kami sebenarnya berharap dengan KN SAR Laksamana milik Basarnas, tapi itu harus atas perintah Kepala Basarnas pusat dan belum ada jawaban,” katanya.

Selain bantuan logistik, pihaknya juga membawa beberapa peralatan manual untuk penanganan pascabencana. Kendala sarana transportasi serta akses yang sulit ke Pulau Matasiri tak memungkinkan untuk memobilisasi alat berat. Demikian juga tenda untuk pengungsi tak bisa dibawa karena ukurannya yang besar serta tidak ada lokasi untuk mendirikannya di Pulau Matasiri.

“Peralatan kita sih siap, tapi untuk membawa ke sana tidak mungkin menggunakan kapal-kapal kecil,” tambahnya.

Sebelumnya bencana alam tanah longsor dan banjir bandang menerjang dua desa di Pulau Matasiri, yakni Desa Teluk Sungai dan Desa Labuan Barat.

Data resmi Kecamatan Pulau Sembilan mencatat ada tujuh rumah tertimbun dan tiga rumah rusak berat di Desa Teluk Sungai, serta tiga rumah rusak berat dan dua rumah rusak sedang di Desa Labuan Barat.

Selain itu juga ada dua orang warga yang hilang atas nama Hamidah (25) dan bayi perempuannya Desa (6 bulan). Pencarian ibu dan anak yang diduga tertimbun longsor itu terkendala peralatan yang terbatas dan cuaca yang masih turun hujan.

“Dari hasil komunikasi via radio SSB sampai hari ini korban yang dua orang belum ditemukan,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kotabaru Syafarudi Syukur.

Sementara itu, warga Pulau Matasiri banyak yang merasa takut ada longsor dan banjir susulan sehingga mereka mengungsi ke pelabuhan dan kapal-kapal ikan.

Baca juga: Warga terdampak longsor Kotabaru mengungsi ke kapal kursen
Baca juga: Dua warga Matasirih Kotabaru tertimbun tanah longsor
Baca juga: Longsor timpa dua rumah di Kotabaru, Kalsel
Pewarta : Imam Hanafi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019