Udang, kepe-kepe, hiu paus jadi maskot Gerakan Indonesia Bersih

Udang, kepe-kepe, hiu paus jadi maskot Gerakan Indonesia Bersih

Maskot Gerakan Indonesia Bersih yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yaitu Gurano si hiu paus, Meta si ikan kepe-kepe dan Amboi si udang pembersih. Maskot tersebut diluncurkan pada Minggu pagi saat Car Free Day di Jakarta. (ANTARA/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada Minggu pagi meluncurkan tiga maskot Gerakan Indonesia Bersih, yakni Amboi si udang pembersih, Meta si ikan kepe-kepe, dan Gurano si ikan hiu paus yang ramah.

"Gerakan Indonesia Bersih ini adalah gerakan kita bersama, tidak bisa dipungkiri bahwa tanggung jawab kita semua untuk menjaga Indonesia bersih," kata Luhut dalam acara peluncuran maskot di Jakarta.

Maskot berbentuk udang dinamai Amboi merujuk pada nama Latin spesies udang omnivora yang dijuluki sebagai udang pembersih, Lysmata amboinensis.

Sementara maskot berbentuk ikan kepe-kepe dinamai Meta. Ikan kepe-kepe adalah jenis ikan hias yang biasanya menjadi penanda kesehatan terumbu karang. Nama Meta diambil dari kata "metamorfosis", merujuk pada perubahan pola pikir dan perilaku bangsa ke arah yang lebih baik dalam menghadapi masalah sampah.

Maskot ketiga bernama Gurano, ikan hiu paus yang ramah dan bijaksana serta senang menolong hewan laut lain yang mengalami kesulitan. Gurano merupakan sebutan hiu paus atau hiu totol dalam Bahasa Papua.

Luhut mengatakan Gerakan Indonesia Bersih diluncurkan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia bergerak bersama mengurangi produksi sampah dan mengelola sampah harian mereka dengan baik.

Dia juga berharap masyarakat Indonesia mulai meninggalkan plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang sampah tersebar di Indonesia saat ini.

Baca juga:
Luhut galang dukungan publik kampanye "Indonesia Bersih"
Gerakan #bersihkanindonesia dorong Indonesia berdaulat energi
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019