Data penerima bansos Tanah Datar tidak valid

Data penerima bansos Tanah Datar tidak valid

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi. (Antara Sumbar/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat Irdinansyah Tarmizi mengatakan lebih 100 ribu penerima bantuan sosial untuk masyarakat tidak mampu di daerah itu tidak tepat sasaran.

"Masyarakat miskin tercatat sebanyak 28.000 orang, sedangkan data penerima bantuan sosial maupun jamkesmas tercatat sebanyak 172.000. Artinya lebih dari 100 ribu orang terjadi kesalahan data," kata Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di Batusangkar, Senin.

Ia meminta para wali nagari (kepala desa adat) di daerah itu untuk segera memvalidasi data penerima bantuan sosial yang ada di nagari masing-masing.

Menurutnya banyak terdapat data-data yang penerimanya sudah tidak ada, namun masih terus menerima bantuan seperti penerima yang sudah meninggal dan pindah rumah.

"Hal seperti itu tidak bisa didiamkan, wali nagari harus validasi segera data yang salah itu," ujarnya.

Ia juga mengimbau wali nagari jangan memberikan bantuan kepada sanak saudaranya, terkecuali mereka benar-benar layak untuk menerimanya.

Wali nagari harus benar-benar memperhatikan masyarakat yang dipimpin. Karena wali nagari sebagai perpanjangan tangan pemerintah di nagari lebih mengenal masyarakatnya.

"Banyak laporan selama ini hanya orang-orang terdekat pejabat nagari saja yang banyak menerima bantuan sosial," ujarnya.

Mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan sumber daya manusia adalah menjadi salah satu tujuannya dalam memimpin Tanah Datar.

Semenjak tiga tahun terakhir berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran, termasuk melengkapi segala pembangunan di nagari, tidak saja fisik tapi juga non fisik.

Seperti pembangunan rumah tahfiz yang saat ini sudah mencapai 164 rumah tahfiz, program maghrib mengaji, subuh berjamaah, satu nagari satu pustaka, dan rehab rumah tidak layak.*

Baca juga: Panti asuhan di Padang Pariaman-Sumbar diupayakan peningkatan bansos

Baca juga: Kejati periksa 22 saksi kasus bansos Solok
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019