Pemerintah berikan bantuan modal ke lima korban kericuhan 22 Mei

Pemerintah berikan bantuan modal ke lima korban kericuhan 22 Mei

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (dua dari kiri) menyerahkan bantuan modal usaha kepada korban kericuhan 22 Mei di Jakarta, Senin (27/5/2019).(ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial memberikan bantuan modal usaha dalam skema Usaha Ekonomi Produktif senilai Rp5 juta per orang kepada lima warga yang tempat usahanya rusak karena dibakar atau dijarah dalam peristiwa kericuhan di beberapa tempat di Jakarta pada 22 Mei 2019.

"Biasanya kami memberikan UEP sebesar Rp2 juta tapi kami memutuskan khusus untuk korban bencana sosial di Jakarta kami berikan maksimum Rp5 juta per kepala," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat menyerahkan bantuan tersebut di kantor Kementerian Sosial Jakarta, Senin.

"Pemerintah prihatin. Kami tanggung jawab memberikan bantuan, semoga bisa digunakan untuk jadi modal memulai kembali usahanya agar bisa hidup normal dan usaha kembali berjalan," katanya.

Selain memberikan bantuan modal usaha, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan bahan pokok kepada lima korban bencana sosial tersebut.

Agus mengatakan selain menimbulkan korban jiwa, kericuhan yang terjadi menyusul aksi massa yang menolak hasil penghitungan perolehan suara pemilihan presiden 2019 di kawasan Tanah Abang, Petamburan dan Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat juga menyebabkan kerusakan tempat usaha warga.

Di antara warga yang tempat usahanya rusak ada Ismail. Kios Ismail di Jalan Wahid Hasyim dibakar orang. Selain itu ada Usma dan Rajab, yang kiosnya dijarah massa.

Warung kelontong milik Rini di Petamburan serta warung nasi Abu Bakar di Tanah Abang juga dijarah dan dirusak.

Rini menuturkan bahwa pada saat kejadian, tanggal 22 Mei sekitar pukul 04.00 WIB, tiba-tiba gas air mata ditembakkan di depan warungnya yang buka 24 jam sehingga semua orang yang ada di dalam warung berlarian.

"Pas balik setelah gas air matanya habis, eh semua sudah habis, isi kulkas dan kulkasnya juga dilempar, semua rusak," katanya.

Rini yang mengaku masih terguncang dan belum tahu pasti nilai kerugian yang harus ditanggung.

Ia tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Tidak nyangka sih, terima kasih banyak. Kirain kita tidak ada modal lagi jadi bingung. Tapi tiba-tiba kemarin disurvei, kaget juga, terima kasih Alhamdulillah," ujar Rini.

Baca juga: Presiden dialog dengan korban penjarahan 22 Mei
 
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019