Sebagian besar pemudik Gilimanuk-Ketapang pada malam hari

Sebagian besar pemudik Gilimanuk-Ketapang pada malam hari

Kendaraan pemudik berbagai jenis memadati pelabuhan Gilimanuk Minggu (2/6) siang, yang akan semakin padat saat malam hingga dinihari. (Antaranews Bali/Gembong Ismadi/2019)

Negara (ANTARA) - Sebagian besar pemudik dari Pulau Bali ke Pulau Jawa, yang melintasi Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memilih berjalan pada malam hari.

"Kami tahu kalau hari-hari akhir menjelang Lebaran, Pelabuhan Gilimanuk akan antre. Oleh karena itu, kami memilih berjalan malam hari, agar udara lebih sejuk," kata Saleh, salah seorang pemudik yang mengendarai sepeda motor dengan tujuan Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan dengan membonceng anak dan istrinya, lebih nyaman berangkat malam hari untuk menghindari udara panas, khususnya saat menunggu naik kapal di Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Alasan yang sama juga disampaikan Ismail, pemudik lainnya yang hampir setiap tahun pulang dengan mengendarai sepeda motor, dengan membonceng istri dan dua orang anaknya yang masih kecil.

Dua pemudik ini mengaku tidak terlalu khawatir jalan pada malam hari, karena sudah sering melintasi jalan raya Denpasar-Gilimanuk, sehingga cukup hapal medan jalan yang akan mereka lalui.

"Kalau siang hari kasihan istri dan anak saya. Kalau tidak malam hari berangkat dari Denpasar, bisa menjelang petang kami berangkat sehingga sampai di Gilimanuk malam hari. Tidak apa-apa antre naik kapal, kami sudah terbiasa seperti ini setiap tahun," kata Ismail.

Sementara pewarta Antara di lokasi melaporkan, pada H-4 Pelabuhan Gilimanuk kian dipadati kendaraan pemudik, baik yang mengendarai sepeda motor maupun mobil pribadi.

Pada Sabtu (1/6) malam hingga Minggu, antrean kendaraan terus terjadi hingga keluar pelabuhan, meskipun pada siang hari panjangnya antrean agak berkurang.

Areal parkir Pelabuhan Gilimanuk, seluruhnya tertutup mobil pemudik, sementara untuk sepeda motor relatif lebih lancar, termasuk bagi truk.

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry Unit Pelabuhan Gilimanuk, pada H-4 tahun 2019 terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan dengan mudik tahun 2018.

Tahun 2018, pada waktu yang sama jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 60.463 orang, sementara pada tahun 2019 mencapai 70.485 orang.

Untuk kendaraan jenis sepeda motor jumlahnya juga meningkat yaitu dari 13.579 unit pada tahun 2018 menjadi 15.149 unit pada tahun ini.

Pemudik yang menggunakan mobil juga mengalami peningkatan dari 6.580 pada tahun 2018, menjadi 7.275 unit pada tahun 2019.

Kendaraan pemudik yang mengalir ke Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan akan terus terjadi, yang jika mengacu pada tahun 2018 puncak arus mudik terjadi pada H-2.
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Gembong Ismadi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019