Produk jamu Indonesia tembus pasar AS

Produk jamu Indonesia tembus pasar AS

Pendiri PT Mustika Ratu Tbk Mooryati Soedibyo saat ditemui wartawan pada acara perayaan ulang tahun Mooryati Soedibyo ke-85 di Jakarta, Sabtu (5/1). (ANTARA/Teresia May)

Jakarta (ANTARA) - Produk jamu dan kosmetika tradisional Indonesia kembali menembus pasar internasional dengan berhasilnya PT Mustika Ratu tahun 2019 ini memasuki negara Amerika Serikat di tengah perang dagang antara AS dengan China.

Perwakilan Mustika Ratu untuk wilayah Kanada dan Amerika, Julie W menyatakan saat ini, produk perusahaan yang mengangkat kearifan lokal Nusantara itu sudah memasuki pemasaran di wilayah Las Vegas dan Chicago.

Menurut dia, permintaan pasar di kedua wilayah tersebut terus meningkat sehingga diproyeksikan akan memperluas ke wilayah lainnya di AS.

"Kita jangan terlalu khawatir atas permasalahan perang dagang. Kita harus bisa melihat peluang dari perang dagang ini, agar perekonomian nasional bisa tetap stabil, walaupun menimbulkan gejolak, perang dagang juga memiliki peluang mendorong ekspor dan investasi ke Amerika Serikat," kata Julie melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya perusahaan yang didirikan Mooryati Soedibyo itu pada 2018 berhasil memasuki pasar Kanada dan Asia Timur. Produk yang dikirim ke Kanada adalah minuman Kokal (palm fruit/kaong), baik original dan less sugar, serta produk minuman sehat siap saji yaitu Red Ginger dan Red Ginger Turmeric.

"Kami melihat peluang yang besar untuk produk-produk minuman sehat dan affordable bagi pasar domestik Kanada," tambahnya.

Pihaknya berharap mampu menciptakan produk sehat dengan harga terjangkau, memenuhi kebutuhan konsumen dan sesuai selera pasar domestik khususnya wilayah Kanada.

Trend "back to nature" atau kembali ke alam saat ini, lanjutnya, membuat produk-produk berbahan herbal sangat relevan dan diminati di Kanada dan AS.

Selain bekerja sama dalam hal promosi, menurut Julie, pihaknya juga sedang mempersiapkan produknya untuk ikut dalam berbagai pameran yang ada di AS.

"Untuk mendukung pemasaran, kami juga terus melakukan kerjasama dengan distributor obat herbal dan produk kecantikan di tingkat lokal yang ada di AS," katanya.

Setelah berhasil memasuki AS, tambahnya, dalam waktu dekat pihaknya segera memasuki pasar Asia dan Eropa.

"Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal sangat diterima di dunia internasional," kata Julie.

Baca juga: Obsesi Bali jadi pusat pengembangan herbal

Baca juga: BPOM: Indonesia berpotensi memimpin pasar obat herbal

Baca juga: Pengembangan obat herbal akan gunakan bahan biosintetis
Pewarta : Subagyo
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019