Sosiolog: Peran komunitas penting antisipasi peredaran narkoba

Sosiolog: Peran komunitas penting antisipasi peredaran narkoba

Ilustrasi-Razia narkoba oleh Kepolisian di beberapa kos eksklusif beberapa waktu lalu (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Peran komunitas mulai dari kampung hingga kelurahan penting untuk mengantisipasi peredaran narkoba di suatu daerah, kata Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono.

"Selain penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, komunitas juga harus dirangkul agar bisa menjadi ujung tombak untuk meminimalisasi peredaran narkoba di level bawah," katanya di Solo, Rabu.

Ia mengatakan peran komunitas cukup tinggi untuk bisa memberdayakan masyarakat khususnya yang masih terkendala dari sisi ekonomi mengingat yang banyak terjadi adalah penjualan narkoba ini menyasar para pengangguran.

Ia mengatakan jika komunitas mampu menginisiasi kegiatan yang memberikan hasil positif maka pengangguran dapat diminalisasi.

"Karena masyarakat ini kan awalnya ditawari secara gratis, kemudian ketika mereka mulai kecanduan lantas disuruh beli. Namun karena mereka tidak punya uang, mereka disuruh ikut menjual narkoba agar bisa dapat narkoba itu sendiri," katanya.

Bahkan, ketika sudah menjadi penjual narkoba, sebagian orang merasa nyaman dan enggan meninggalkan pekerjaannya tersebut karena dari sisi penghasilan cukup besar.

"Apalagi mereka yang awalnya pengangguran, kemudian dapat penghasilan dari jualan narkoba," katanya.

Sementara itu, terkait dengan upaya Kepolisian yang melakukan razia di beberapa rumah kos eksklusif di Kota Solo beberapa waktu lalu, dikatakannya, cukup efektif untuk mengurangi peredaran narkoba di level menengah.

"Kalau di level tengah oke, tetapi sebetulnya yang harus paling diperhatikan adalah di level atas, yaitu yang sudah berhubungan dengan bisnis besar dan level paling bawah tadi," katanya.

Oleh karena itu, dengan menyasar ke komunitas, menurut dia, akan cukup efektif jika dilakukan secara masif.

"Ketika level paling bawah dan tengah bisa diatasi, maka paling tidak bisa mengurangi peredaran narkoba itu sendiri," katanya.

Sedangkan untuk level tertinggi, dikatakannya, harus dilakukan dengan pendekatan hukum mengingat jaringan mereka bukan hanya nasional tetapi juga internasional.

Baca juga: Sabu racikan pabrik rumahan Kalideres berkualitas impor

Baca juga: Berbatasan dengan Malaysia, Polda Kalbar komitmen berantas narkoba

Baca juga: Gubernur Kalbar minta Pemdes bentuk desa bebas narkoba

Baca juga: Pemkot Yogyakarta deklarasikan wilayah bebas narkoba
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019