Festival Indonesia di Oslo pamerkan produk pangan nusantara

Festival Indonesia di Oslo pamerkan produk pangan nusantara

Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Hery Subagiadi (kiri), Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi (tengah), dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK Indra Exploitasia, saat menyampaikan persiapan konferensi di Norwegia, di Kantor KLHK, Jakarta, Jumat (28/6/2019) (Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan Festival Indonesia yang digelar di Oslo, Norwegia, 28-30 Juni 2019 memamerkan keanekaragaman produk pangan nusantara.

"Festival Indonesia akan men-'display' makanan, kuliner khas Indonesia," kata Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Hery Subagiadi di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Hery saat konferensi pers persiapan Indonesia mengikuti "The 9th Trondheim Conference on Biodiversity" yang akan berlangsung di Trondheim, Norwegia, 2-5 Juli 2019.

Festival Indonesia di Oslo digelar seiring pelaksanaan "The 9th Trondheim Conference on Biodiversity" yang dihadiri delegasi berbagai negara, termasuk Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar yang memimpin delegasi Indonesia.

Baca juga: Pengiriman penari ke Oslo memotivasi pembangunan Kabupaten Sabu Raijua

Festival itu, kata Hery, diinisiasi Duta Besar Todung Mulya Lubis untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati Indonesia, sekaligus menghadirkan produk-produk pangan nusantara.

Kuliner yang disajikan berasal dari hasil sumber daya alam maupun produksi masyarakat lokal dan adat yang tinggal di sekitar kawasan hutan serta gambut.

Sementara itu, Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi menambahkan bahwa Festival Indonesia secara umum akan mempresentasikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Indonesia terkait pengendalian perubahan iklim maupun pengelolaan keanekaragaman hayati.

Di antaranya, menginformasikan produk-produk kultural, kuliner dan ekowisata dari pengelolaan kawasan hutan dan gambut berkelanjutan, sekaligus mempromosikan kekayaan alam, budaya dan pangan yang khas dari Indonesia.

Djati mencontohkan saat ini Indonesia memiliki 15 jenis padi-padian yang sebagian besar mulai dikembangkan kembali oleh masyarakat sehingga menunjukkan betapa besarnya keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Ia mengatakan Festival Indonesia pertama kali diadakan di Norwegia sehingga diharapkan akan menjadi salah satu festival Indonesia terbesar di kawasan Nordik.

Terlebih lagi, pada tahun 2020, Indonesia-Norwegia akan memeringati hubungan diplomatik yang ke-70 tahun.

Baca juga: NTT kirim 14 penari muda tampil di Norwegia
Baca juga: Indonesia Festival di Norwegia ajang promosi produk pangan nusantara
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019