600 mahasiswa Unand ikuti KKN tematik pencegahan stunting

600 mahasiswa Unand ikuti KKN tematik pencegahan stunting

Direktur Unit Pelaksana Teknis Kuliah Kerja Nyata Univesitas Andalas Padang Prof Syamsuardi (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Sebanyak 600 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pencegahan stunting yang ditempatkan di salah satu daerah lokus pencegahan stunting yaitu Kabupaten Pasaman Barat.

"Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata kampus dan mahasiswa ikut ambil peran dalam pencegahan stunting," kata Direktur UPT KKN Unand Prof Syamsuardi di Padang, Senin.

Ia menyampaikan para mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN di seluruh nagari yang ada di Kabupaten Pasaman Barat mulai 1 Juli hingga 10 Agustus 2019 atau selama 40 hari.

Menurutnya stunting bukan hanya menjadi persoalan lokal tapi sudah menjadi isu nasional dan Unand ikut andil melakukan pencegahan dengan melibatkan mahasiswa.

Pemilihan Pasaman Barat sebagai lokasi selain karena merupakan salah satu daerah lokus pencegahan dan sebelumnya telah dilakukan diskusi kelompok terpumpun dengan pemerintah setempat.

"Di lokasi KKN mahasiswa akan melakukan pembaruan data stunting di tingkat nagari sehingga bisa menjadi sumber yang valid," ujarnya.

Ia mengatakan mahasiswa yang mengikuti KKN tematik stunting terutama berasal dari mahasiswa jurusan gizi.

Syamsuardi menyebutkan pada tahun ini total mahasiswa yang mengikuti KKN mencapai 4.564 mahasiswa tersebar di 199 nagari di Sumbar.

Sementara pembicara dari Institut Gizi Indonesia Prof Fasli Jalal menjelaskan stunting adalah anak yang tidak tumbuh sesuai dengan umurnya.

"Jadi perkembangan anak itu punya standar dan setiap anak punya titik minimal, kalau tidak sesuai maka disebut stunting atau gagal tumbuh," ujarnya.

Fasli mengungkap penyebab stunting ada tiga pertama makanan tidak cukup masuk ke perut anak dan kedua ada makanan tapi tidak tahu bagaimana menggunakannya.

"Kemudian makanan masuk cukup tapi dicuri oleh cacing di perut anak, serta adanya infeksi berulang," kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Sumbar pada 2018 jumlah anak stunting di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 28, 42 persen dan yang tertinggi Kabupaten Kepulauan Mentawai 31,73 persen.

 
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019