Mendikbud minta pengajar BIPA semangat ajarkan Bahasa Indonesia

Mendikbud minta pengajar BIPA semangat ajarkan Bahasa Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berfoto bersama dengan pengajar BIPA di Jakarta, Kamis (ANTARA Foto/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) semangat mengajarkan bahasa di negara lain.

"Saya minta untuk semangat dalam mengajarkan Bahasa Indonesia di negara penugasan masing-masing, karena kalian merupakan orang-orang pilihan yang lolos seleksi," ujar Muhadjir Effendy saat bertemu dengan 35 pengajar BIPA di Jakarta, Kamis (4/7).

Ia kemudian bercerita bagaimana anak-anak di Timor Leste belajar Bahasa Indonesia melalui sinetron. Meskipun Bahasa Indonesia yang digunakan bukan bahasa yang baku, melainkan bahasa sehari-hari terutama Bahasa Betawi.

"Oleh karena itu, penting bagi pengajar BIPA mengajarkan bagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu," kata dia.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Dadang Sunendar mengatakan setiap satu semester, Kemendikbud mengirimkan puluhan pengajar BIPA ke sejumlah negara dengan tujuan mengajarkan Bahasa Indonesia di negara itu. Hingga tahun ini, sudah sebanyak delapan gelombang pengajar BIPA yang diberangkatkan dan telah melayani sebanyak 3.444 orang.

Baca juga: Mendikbud minta semua pihak wujudkan pemajuan kebudayaan

"Dimulai sejak 2015 dengan mengirimkan sebanyak 14 pengajar di 11 lembaga penyelenggara BIPA di delapan negara dan melayani 1.883 pengajar," kata Dadang.

Dadang berharap melalui kegiatan tersebut diharapkan jumlah dan sebaran warga dunia yang mampu berbahasa Indonesia sekaligus mengenal budaya Indonesia dapat terus ditingkatkan.

"Upaya ini sangat penting untuk meneguhkan posisi, peran dan pengaruh Indonesia dalam pergaulan dan persaingan antarnegara dan antarbangsa," kata Dadang lagi.

Selain mengirim pengajar BIPA, Kemendikbud juga merekrut pengajar lokal. Langkah itu diklaim lebih efesien dan efektif, karena pengajar lokal lebih paham negara itu dibandingkan pengajar dari Indonesia.

Baca juga: Rencana induk kebudayaan tentukan langkah kebudayaan Indonesia
Baca juga: Mendikbud : Tujuh pemda anggarkan dana 20 persen untuk pendidikan
Pewarta : Indriani
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019