Puting beliung terbangkan atap Stadion 1000 Bukit di Gayo Lues Aceh

Puting beliung terbangkan atap Stadion 1000 Bukit di Gayo Lues Aceh

Kondisi atap usai diterbangkan angin puting beliung di Stadion 1.000 Bukit, Gayo Lues, Aceh, Rabu (10/7). (Foto: BPBD Gayo Lues)

Banda Aceh (ANTARA) - Angin kencang puting beliung telah menerbangkan atap di bagian tribun tertutup hingga jatuh ke tanah pada halaman depan Stadion 1.000 Bukit di Kabupaten Gayo Lues, Rabu sekitar pukul 15.00 WIB.

"Atap stadion terbang hingga jatuh ke halaman depan atau lokasi parkir kendaraan bermotor," ucap Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh.

Selain itu, ia melanjutkan, puting beliung juga merobohkan tempat parkir bagi kendaraan roda dua yang terletak di samping bangunan Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gayo Lues.

Dampak ditimbulkan angin puting beliung yang bergerak secara vertikal dengan durasi waktu kejadian maksimal lima menit itu menyebabkan kedua bangunan tersebut rusak.

"Atap Stadion 1.000 Bukit rusak berat, sedang kantor Samsat Gayo Lues mengalami rusak ringan. Sementara keadaan di kedua lokasi terdampak telah berangsur pulih," katanya.

"Alhamdulillah, tak ada korban di peristiwa ini baik yang terdampak, mengungsi maupun korban jiwa," tegas Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah memperkirakan, angin kencang bakal terus melanda hampir seluruh wilayah di provinsi tersebut hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad, mengatakan, rata-rata kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Kecepatan angin ini bisa meningkat hingga dua kali lipat, dan bahkan lebih akibat cuaca buruk yang timbul dari awan cumulonimbus," katanya.

Baca juga: BMKG: Kecepatan angin kencang melanda Aceh 80 km/Jam
Baca juga: Enam bangunan di Agam rusak akibat puting beliung
Baca juga: BMKG tegaskan puting beliung tak terjadi malam hari
Pewarta : Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019