Pemeriksaan barang JCH Bangka melalui Kanwil Kemenag Babel

Pemeriksaan barang JCH Bangka melalui Kanwil Kemenag Babel

Koper JCH asal Kabupaten Bangka, tiba di Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan pemeriksaan (babel.antaranews.com/kasmono)

Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Seluruh koper dan  milik jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka dikirim ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas Angkasa Pura sebelum diberangkatkan ke embarkasi Palembang, Minggu (12/7).

"Semua koper milik jamaah calon haji sudah dikirim ke kantor wilayah Kementerian Agama di provinsi untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak Angkasa Pura," kata Petugas Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Gazali di Sungailiat, Kamis.

Dia mengatakan, pemeriksaan koper milik jamaah calon haji sebamyak 283 koper atau sama dengan jamaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah meliputi jenis barang yang dibawa dan berat bawaan termasuk koper maksimal 15 kilogram.

"Jika dalam pemeriksaan itu ditemukan barang yang terlarang akan diserahkan ke pihak Kanwil termasuk jika ada kelebihan barang bawaan akan dikurangi," jelasnya.

Baca juga: Laporan dari Mekkah - Jangan bawa barang terlarang hindari koper dibongkar
Menurutnya, pemeriksaan koper bagi jamaah calon haji untuk memastikan pada diberangkatkan ke tanah suci Mekkah melalui embarkasi Palembang, tidak terdapat kendala baik jenis bawaan maupun beratnya.

"Koper milik jamaah calon haji yang bergabung dalam kelompok terbang tujuh bersama dengan jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka Tengah, dibawa oleh ketua rombongan masing-masing," katanya.

Sebelum seluruh jamaah calon haji masuk ke asrama haji Palembang, terlebih dahulu pihaknya mengantar surat panggilan masuk asrama (SPMA) sebelum diberangkatkan ke tanah suci.
Baca juga: Laporan dari Mekkah - PPIH larang jamaah titip barang di pesawat
Baca juga: Patuhi aturan barang bawaan, jamaah jangan khawatir kelaparan
Pewarta : Kasmono
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019