Gasol waspadai sentuhan magis Nick Nurse bersama Kanada

Gasol waspadai sentuhan magis Nick Nurse bersama Kanada

Pelatih kepala tim nasional bola basket putra Kanada Nick Nurse (kanan) dalam jumpa pers usai penunjukan resminya pada 25 Juni 2019. (twitter.com/Canbball)

Jakarta (ANTARA) - Pebasket tim nasional Spanyol Marc Gasol sudah merasakan sendiri sentuhan magis pelatih Nick Nurse yang mengantarkan Toronto Raptors menjuarai NBA musim lalu dan hal serupa ia waspadai ketika sang pelatih menangani Kanada dalam putaran final Piala Dunia FIBA 2019 di China, 31 Agustus s.d. 15 September.

Spanyol memang berada di Grup C dan Kanada di Grup H, keduanya baru bisa bertemu paling cepat di babak semifinal, tentu saja jika semua berjalan lancar, namun Gasol meyakini tim besutan Nurse bakal mencuri perhatian di China nanti.

"Coach Nick sangat berbakat dan ia ingin membantu perkembangan basket Kanada, sebagaimana ia lakukan bersama Britania Raya di Olimpiade 2012," kata Gasol dilansir laman resmi FIBA, Jumat.

"Nick sangat menyukai kompetisi FIBA, saya yakin ia akan meraih banyak kesuksesan bersama Kanada dan para pemain mereka bakal menyukai kesempatan bekerja sama dengannya," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kanada undang 29 pemain, dari Jamal Murray hingga RJ Barrett

Nurse bukan satu-satunya faktor Kanada patut diwaspadai di China nanti, kata Gasol, sebab negara itu juga diperkuat deretan pemain hebat yang tak jarang dihadapinya kala memperkuat Raptors di NBA.

Bintang Denver Nuggets Jamal Murray dan rekrutan ketiga NBA Draft 2019 yang dipilih New York Knicks RJ Barrett adalah dua nama yang menuai sorotan dalam roster sementara Kanada, ditambah beberapa pemain berpengalaman NBA seperti Cory Joseph, Kelly Olynyk, Dwight Powell dan Tristan Thompson.

Selain itu, tiga talenta muda rekrutan putaran pertama NBA Draft 2019 selain Barrett yakni Nickeil Alexander-Walker, Brandon Clarke dan Mfiondu Kabengele juga memberikan opsi darah segar bagi Kanada.

"Mereka bakal mencuri perhatian karena memiliki tim kompetitif dan saya yakin akan melangkah jauh di China," kata Gasol.

"Banyak pemain berbakat dengan mental kuat menjadi bekal Kanada unjuk kemampuan di panggung dunia," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Gobert tegaskan Prancis tak cuma mau numpang main di China

Tentu saja, Gasol berharap Kanada tidak melangkah lebih jauh dari Spanyol mengingat ia juga masih berambisi memenangi gelar bersama negaranya, menambahkan trofi Piala Duni FIBA 2006, Piala Eropa FIBA 2011 serta dua medali perak Olimpiade 2008 dan 2012 di rak pajangan mereka.

Terlebih lagi, Gasol meyakini Piala Dunia FIBA 2019 bakal dijejali tim-tim dengan ambisi besar seperti Prancis, Australia dan Serbia di luar juara bertahan Amerika Serikat.

Bahkan negara-negara yang tak diunggulkan sekalipun bakal mendarat di China dengan tekad tak cuma main di putaran pertama semata.

"Semua tim akan membawa motivasi untuk bisa melangkah sejauh mungkin dan kami harus berhati-hati tapi tetap mengerahkan 100 persen kemampuan agar bisa melangkah sejauh mungkin di China," pungkasnya.

Spanyol, yang terhenti di babak perempat final dua edisi terakhir, bakal mengawali kiprahnya menghadapi Tunisia, Puerto Rico dan Iran di Grup C.

Baca juga: Marc Gasol masih lapar gelar juara, di China ia ingin memuaskannya

Baca juga: Lowry jalani operasi jempol kiri

Baca juga: Pasti sudah, Ben Simmons tak ikut Piala Dunia FIBA
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019