PBB kecam pengunaan kekuatan berlebihan oleh Rusia

PBB kecam pengunaan kekuatan berlebihan oleh Rusia

Tentara Rusia mengendarai self-propelled howitzers MSTA-S saat parade Hari Kemenangan, yang memperingati kemenangan atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II, di Red Square, pusat kota Moskow, Rusia, Kamis (9/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Shamil Zhumatov/djo/wsj.

Jenewa (ANTARA) - Kepolisian Rusia tampaknya telah menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa selama akhir pekan, yang diduga melukai lebih dari 70 orang, menurut kantor HAM PBB pada Selasa.

Juru bicara HAM PBB mendesak otoritas Rusia agar mengizinkan masyarakat berorganisasi dan berpartisipasi dalam pertemuan damai tanpa batasan.

"Ketika mengatur kerumunan di Rusia seperti di tempat lain, penggunaan kekuatan oleh kepolisian harusnya selalu sebanding dengan ancaman yang ditimbulkan. Jika ada ancaman, kekuatan hanya boleh dilakukan sebagai langkah terakhir," kata juru bicara saat konferensi pers.

Kepolisian Rusia menangkap lebih dari 1.000 orang dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu di Moskow, dalam salah satu penumpasan terbesar dalam beberapa tahun belakangan terhadap oposisi, yang semakin menentang cengkeraman kuat kekuasaan Presiden Vladimir Putin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dua tewas dalam kerusuhan di pemakaman terbesar Moskow
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019