Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat stok beras di gudang distributor setempat sebanyak 3.360 ton yang dinilai cukup untuk memenuhi permintaan warga di daerah itu.
"Pasokan beras dari daerah sentra produksi padi di Pulau Jawa dan Sumatera ke daerah kita juga lancar lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Marthoto di Pangkalpinang, Jumat, atas izin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Babel, Suharto.
Seperti disampaikan Kepala Disperindag Kepulauan Babel Suharto, katanya, stok beras di gudang distributor itu dinilai cukup dan akan terus bertambah karena pengusaha mendatangkan pasokan secara kontinue.
Marhoto menjelaskan, sebanyak 3.360 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 1.000 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 325 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, Bulog 515 ton, Toko Hartono 25 ton.
Selanjutnya stok beras di gudang distributor Toko Kim Nyuk sebanyak 50 ton, UD Mawar Jaya 600 ton, CV. As 45 ton, PT Globus Internusa 535 ton dan Toko Sumber Pelita sekitar 30 ton.
"Stok beras aman hingga memasuki bulan Ramadhan dan harga diperkirakan akan terus normal yaitu Rp10.000 per kilogram. Selama pasokan lancar dan permintaan stabil masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga bahan makanan pokok itu," ujarnya.
Disebutkan bahwa saat ini permintaan beras belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena daya beli masyarakat masih lesu seiring banyaknya warga yang tidak lagi melakukan penambangan bijih timah.
"Saat ini, warga mulai berkurang melakukan aktivitas penambangan timah seiring aparat kepolisian gencar melakukan penertiban tambang rakyat, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi warga yang menurun," ujar Marhoto.
Menurut dia, selama ini, penambangan timah merupakan pekerjaan utama warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan pada saat penambangan rakyat itu dilarang maka penambang timah ini sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam kondisi seperti saat ini, kami berharap penambang timah mencari pekerjaan lainnya atau mengurus surat izin penambangan ke instansi terkait," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014
"Pasokan beras dari daerah sentra produksi padi di Pulau Jawa dan Sumatera ke daerah kita juga lancar lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Marthoto di Pangkalpinang, Jumat, atas izin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Babel, Suharto.
Seperti disampaikan Kepala Disperindag Kepulauan Babel Suharto, katanya, stok beras di gudang distributor itu dinilai cukup dan akan terus bertambah karena pengusaha mendatangkan pasokan secara kontinue.
Marhoto menjelaskan, sebanyak 3.360 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 1.000 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 325 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, Bulog 515 ton, Toko Hartono 25 ton.
Selanjutnya stok beras di gudang distributor Toko Kim Nyuk sebanyak 50 ton, UD Mawar Jaya 600 ton, CV. As 45 ton, PT Globus Internusa 535 ton dan Toko Sumber Pelita sekitar 30 ton.
"Stok beras aman hingga memasuki bulan Ramadhan dan harga diperkirakan akan terus normal yaitu Rp10.000 per kilogram. Selama pasokan lancar dan permintaan stabil masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga bahan makanan pokok itu," ujarnya.
Disebutkan bahwa saat ini permintaan beras belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena daya beli masyarakat masih lesu seiring banyaknya warga yang tidak lagi melakukan penambangan bijih timah.
"Saat ini, warga mulai berkurang melakukan aktivitas penambangan timah seiring aparat kepolisian gencar melakukan penertiban tambang rakyat, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi warga yang menurun," ujar Marhoto.
Menurut dia, selama ini, penambangan timah merupakan pekerjaan utama warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan pada saat penambangan rakyat itu dilarang maka penambang timah ini sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam kondisi seperti saat ini, kami berharap penambang timah mencari pekerjaan lainnya atau mengurus surat izin penambangan ke instansi terkait," ujarnya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014