Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat stok beras dengan menambah pasokan dari luar daerah, guna menjaga stabilitas pangan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW di daerah itu.
"Dalam pekan ini, kami akan menambah 30,1 ton untuk memperkuat stok beras," kata Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, hasil pemantauan tim di gudang distributor Pulau Bangka dan Belitung pada Selasa (18/8), stok beras mencapai 5.530,7 ton dan dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.
"Dengan adanya penambahan 30,1 ton beras ini maka stok beras dalam pekan ini akan bertambah menjadi 5.560,8 ton, sehingga dapat menjaga stabilitas harga pangan," katanya.
Ia menyatakan hasil peninjauan harga beras eceran di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Rabu (19/8), harga beras medium masih bertahan normal Rp14.500 per kilogram, harga beras premium bertahan stabil Rp15.700 per kilogram dan beras SPHP Bulog bertahan Rp12.600 per kilogram.
"Kami memperkirakan stok beras akan terus bertambah, karena pasokan dari daerah sentra produksi dari Pulau Jawa dan Sumatera berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," katanya.
Menurut dia dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung ini, para distributor pangan ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena hasil petani padi lokal masih terbatas untuk memenuhi konsumsi beras masyarakat di daerah ini.
"Alhamdulillah, hingga saat ini lalu lintas kapal masih berjalan lancar untuk memasok berbagai kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.