PT Timah Tbk bersama Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) akan membentuk pelatihan kempo di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mewarnai kegiatan olahraga bela diri masyarakat di daerah itu.

"Kita sudah membicarakan hal ini kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan beliau minta datangkan dan mendemontrasikan kempo kepada pelajar, satpol PP dan karyawan PT Timah Tbk," kata Ketua Umum PB Perkemi Aswari Rivai usai kegiatan demontrasi Kempo di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan saat ini PB Perkemi sudah memiliki dojo atau pusat latihan Kempo se-Indonesia dengan jumlah atlet 1.200 orang tersebar di 33 provinsi di Indonesia, kecuali di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"PT Timah sangat menyambut baik pembentukkan pusat latihan kempo untuk mewarnai kegiatan bela diri lainnya di daerah ini. Apalagi kita butuh generasi berkarakter," katanya.

Menurut dia PB Perkemi ini sudah berusia 53 tahun dan dibawa oleh putra-putri Indonesia yang telah menuntut ilmu di Jepang, yaitu sensei Ginanjar Kartasasmita, Indra Kartasasmita dan almarhum Udin Sahras.

"Para sensei ini pada waktu itu, pelajar-pelajar di Jepang wajib mengambil salah satu ekstrakurukuler ilmu bela diri. Mereka mengambil ilmu bela diri kempo, karena salah satu ilmu bela diri yang lengkap," ujarnya.

Ia menambahkan kempo merupakan ilmu bela diri lengkap, karena memiliki gerakan memukul, menendang yang banyak dilakukan karate, mengunci dan membanting merupakan gerakan judo.

"Kempo ini gabungan dari ilmu bela diri karate, judo dan  jujitsu yang merupakan bela diri tertua lahir di Jepang," katanya.

Ketua II Baporseni PT Timah Tbk, Yahya Winda Ardianto menyambut baik niat baik PB Perkemi akan membangun pusat latihan kempo.

"Kita sudah ada beberapa olah raga bela diri yang diakomodir yaitu pencat silat, karate, tekwondo dan akan ditambah lagi kempo," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019