Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - PT Timah Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan pemangku kepentingan di daerah itu menggelar konsultasi multi pihak dalam rangka pembaharuan penyusunan Rencana Induk Pengembenganan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Kantor Wasprod Bangka Selatan, Rabu (6/5).
Departemen Head of Onshore Mining PT Timah Tbk Benny Purydar dalam sambutannya mengatakan, konsultasi publik ini dalam rangka untuk menghimpun aspirasi dan kolaborasi dari pemangku kepentingan dalam penyusunan rencana induk Pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan program pembangunan daerah.
Ia mengatakan, dalam penyusunan rencana induk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, PT Timah membutuhkan masukan dan sinergi dari seluruh pihak agar program yang disusun nanti sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya di wilayah operasional PT Timah.
"Kami berharap masukan dari seluruh pihak, sehingga penyusunan program pemberdayaan masyarakat ini menghasilkan suatu rumusan kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan," ujarnya.
Sekretaris Daerah Bangka Selatan Hefi Nuranda menyambut baik konsultasi publik yang dilaksanakan PT Timah dengan melibatkan kepala desa, Camat, Lurah, tokoh masyarakat di wilayah operasional PT Timah.
Ia berharap apanyang telah disampaikan oleh masing-masing kepala desa dalam konsultasi publik tersebut dapat diakomodir dan dituangkan dalam rencana induk program pemberdayaan masyarakat untuk lima tahun kedepan.
"Mudah-mudahan aspirasi masyarakat bisa diakomodir sesuai dengan lima pilar program pemberdayaan masyarakat dari PT Timah, sehingga sinergi antara PT Timah dan pemerintah daerah bisa sejalan yang endingnya untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menilai apa yang telah dilakukan oleh PT Timah terkait dengan program pemberdayaan masyarakat khususnya di wilayah Bangka Selatan sudah cukup baik, namun perlu untuk ditingkatkan terutama terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat di desa-desa wilayah operasional PT Timah.
Ditengah kondisi anggaran dana desa yang saat ini mulai dikurangi, perlu dukungan pihak-pihak lainnya selain pemerintah daerah. Dan kita berharap PT Timah bisa bersinergi dengan pemerintah desa sehingga pembangunan di Bangka Selatan tetap berjalan.
"Kami berharap kegiatan hari ini bukan hanya seremonial semata, bukan sekedar dokumen yang indah diatas kertas karena untuk memenuhi kewajiban saja, tapi bagaimana implementasinya dari program yang telah disusun ini dapat menyentuh masyarakat secara langsung," ujarnya.
Pewarta: RusdiyantoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026