Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan nilai ekspor timah dan nontimah Provinsi Kepulauan Babel selama April 2026 sebesar 121,81 juta Dolar Amerika Serikat, atau turun 30,95 persen dibandingkan April 2025 sebesar 176,41 juta Dolar AS.
"Nilai ekspor timah selama April tahun ini 87,06 juta Dolar AS, atau terkontraksi 39,87 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu 144,77 juta Dolar AS," kata Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Rabu.
Sementara itu, untuk ekspor komoditas nontimah April 2026 sebesar 34,75 juta Dolar AS atau naik 9,82 persen dibandingkan dengan April 2025 sebesar 31,64 juta Dolar AS.
Ia mengatakan timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dimana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya.
"Selama Januari hingga April tahun ini, sebanyak 49,40 persen ekspor timah dikirim ke Tiongkok dengan nilai 279,69 juta Dolar AS, Korea Selatan 13,21 persen, India 9,38 persen, Singapura dan Belanda," katanya.
Ia menyatakan lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 83,16 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia, dengan total nilai ekspor selama Januari hingga April 2026 sebesar 470,82 juta Dolar AS.
Nilai ekspor Januari hingga April 2026 dibandingkan dengan Januari hingga April 2025 (c to c), terjadi pertumbuhan ke lima negara terbesar tujuan ekspor timah yaitu sebesar 27,86 persen. Korea Selatan dan India tumbuh 19,61 persen dan 22,80 persen.
Sementara tujuan Singapura dan Belanda terkontraksi sebesar 58,60 persen dan 10,25. Tiongkok merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 99,71 persen," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026