Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menerima sebanyak 5.000 mushaf Al-Qur'an dari Badan wakaf Al-qur'an (BWA) yang akan disalurkan ke 50 Lembaga yang tersebar di Pangkalpinang, Pulau Lepar, Pulau Nasik, Tanjung Pandan, Teluk Gembira Membalong dan Pulau Seliu.
"Kita menyambut baik program yang digagas oleh BWA ini, dalam menjaga dan menguatkan aqidah umat islam yang berada di Pulau-pulau khususnya daerah yang sulit mendapatkan Al-qur'an," kata Erzaldi Rosman, di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan, semoga kegiatan ini tidak hanya satu kali saja dan BWA akan terus mendistribusikan Al-qur'an ke wilayah Babel dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
"Dengan ini umat muslim dapat lebih mudah memperoleh Al-quran'an dan mentadaburkannya (merenung dan mencerna isi Al-qur'an," ujarnya.
Direktur Program Badan Wakaf Al-qur'an (BWA), Ustad Hazairin Hasan mengatakan, BWA merupakan lembaga filantrophy Islam yang fokus mengembangkan program wakaf yang inovatif, serta mengedukasi umat untuk berwakaf dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup.
"Kita optimis dapat mewujudkan permintaan Gubernur Babel untuk mendistribusikan 50.000 mushaf Al-qur'an di Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Dana wakaf yang dikumpulkan langsung disalurkan melalui proyek-proyek wakaf yang unik, kreatif, inovatif dan sokutif sehingga membantu menyelesaikan beragam permasalahan masyarakat Indonesia disuruh pelosok nusantara.
Program-program wakaf yang dikembangkan oleh BWA yakni, wakaf Al-qur'an dan pembinaan, wakaf sarana air bersih, wakaf khusus, wakaf sarana pembangkit listrik, wakaf produktif, donasi pendidikan, sedekah kemanusiaan dan zakat peer to peer.
"Lima ribu mushaf Al-Qur'an ini tiba di Kepulauan Bangka Belitung menggunakan transportasi laut kapal motor dakwah jelajah pulau terpencil nusantara (JPTN) Fatahillah," ujarnya.
Km Dakwah JPTN Fatahillah diberangkatkan dari Pelabuhan Kaliaden Jakarta pada 20 Juli 2019 dan akan mengarungi lautan sampai semua mushaf Al'qur'an terdistribusikan ke titik tujuan.
"Lembaga penerima Al-qur'an wakaf tersebut adalah pondok pesantren, majelis taklim, masjid, mushola dan masyarakat. Proses distribusi dilakukan oleh tim BWA didampingi mitra lapangan asal Babel, ustadz Sofyan Rudiyanto," ujarnya.
Ustad Hazairin mengatakan KM JPTN Fatahillah merupakan salah satu dari tiga kapal dakwah wakaf dari para wakaf BWA. Kapal tersebut merupakan project Al-qur'an roadtrip 99 pulau nusantara yang fokus mendistribusikan Al-qur'an ke pulau-pulau terpencil di Nusantara.
"Project ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu, melalui program KM Dakwah JPTN Fatahillah ini BWA sudah mendistribusikan 10 ribu mushaf Al-qur'an di wilayah kepulauan seribu. Dengan dukungan para wakaf, program ini akan terus berlanjut," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019
"Kita menyambut baik program yang digagas oleh BWA ini, dalam menjaga dan menguatkan aqidah umat islam yang berada di Pulau-pulau khususnya daerah yang sulit mendapatkan Al-qur'an," kata Erzaldi Rosman, di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan, semoga kegiatan ini tidak hanya satu kali saja dan BWA akan terus mendistribusikan Al-qur'an ke wilayah Babel dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
"Dengan ini umat muslim dapat lebih mudah memperoleh Al-quran'an dan mentadaburkannya (merenung dan mencerna isi Al-qur'an," ujarnya.
Direktur Program Badan Wakaf Al-qur'an (BWA), Ustad Hazairin Hasan mengatakan, BWA merupakan lembaga filantrophy Islam yang fokus mengembangkan program wakaf yang inovatif, serta mengedukasi umat untuk berwakaf dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup.
"Kita optimis dapat mewujudkan permintaan Gubernur Babel untuk mendistribusikan 50.000 mushaf Al-qur'an di Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Dana wakaf yang dikumpulkan langsung disalurkan melalui proyek-proyek wakaf yang unik, kreatif, inovatif dan sokutif sehingga membantu menyelesaikan beragam permasalahan masyarakat Indonesia disuruh pelosok nusantara.
Program-program wakaf yang dikembangkan oleh BWA yakni, wakaf Al-qur'an dan pembinaan, wakaf sarana air bersih, wakaf khusus, wakaf sarana pembangkit listrik, wakaf produktif, donasi pendidikan, sedekah kemanusiaan dan zakat peer to peer.
"Lima ribu mushaf Al-Qur'an ini tiba di Kepulauan Bangka Belitung menggunakan transportasi laut kapal motor dakwah jelajah pulau terpencil nusantara (JPTN) Fatahillah," ujarnya.
Km Dakwah JPTN Fatahillah diberangkatkan dari Pelabuhan Kaliaden Jakarta pada 20 Juli 2019 dan akan mengarungi lautan sampai semua mushaf Al'qur'an terdistribusikan ke titik tujuan.
"Lembaga penerima Al-qur'an wakaf tersebut adalah pondok pesantren, majelis taklim, masjid, mushola dan masyarakat. Proses distribusi dilakukan oleh tim BWA didampingi mitra lapangan asal Babel, ustadz Sofyan Rudiyanto," ujarnya.
Ustad Hazairin mengatakan KM JPTN Fatahillah merupakan salah satu dari tiga kapal dakwah wakaf dari para wakaf BWA. Kapal tersebut merupakan project Al-qur'an roadtrip 99 pulau nusantara yang fokus mendistribusikan Al-qur'an ke pulau-pulau terpencil di Nusantara.
"Project ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu, melalui program KM Dakwah JPTN Fatahillah ini BWA sudah mendistribusikan 10 ribu mushaf Al-qur'an di wilayah kepulauan seribu. Dengan dukungan para wakaf, program ini akan terus berlanjut," ujarnya.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019