PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung selain mendukung kemajuan Provinsi Babel dari segi penyediaan tenaga listrik, namun juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan melalui program CSR PLN Peduli.

"Melalui program CSR PLN Peduli, hingga 2019 PLN telah memiliki 13 desa binaan. Ketiga belas desa itu tersebar di Pulau Bangka dan Belitung. Seperti Desa kenanga, PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman pohon mangrove, trembesi dan tanaman produksi. Di sini pengunjung dapat menikmati paket wisata tanam pohon," kata Senior Manager Keuangan SDM dan Administrasi PLN UIW Babel, I Gede Adhi di Pangkalpinang, Minggu.

Di Pangkalpinang, bersama dengan komunitas Alobi, PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui pembuatan mini zoo sebagai sarana habituasi dan edukasi satwa.

"Di Pangkalpinang, pengujung dapat menikmati sekaligus berinteraksi dengan satwa-satwa yang sedang dihabituasi sebelum nantinya dilepaskan ke alam," jelas I Gede Adhi.

Tidak jauh dari lokasi mini zoo tersebut, menurutnya PLN berkolaborasi dengan komunitas Rasau untuk mengembangkan pusat kuliner, UMKM dan taman bermain keluarga. 

Sementara di Kabupaten Bangka Tengah, PLN berkolaborasi dengan komunitas peduli hutan dengan mengembangkan produk-produk hasil agrowisata dan juga mengembangkan kawasan eks tambang menjadi pusat pariwisata baru. 

Sedangkan di Desa Sungaiselan, bersama dengan kelompok nelayan melakukan peningkatan kesejahteraan nelayan dengan penguatan fungsi koperasi.

"Di Pulau Belitung, kolaborasi dilakukan dengan Desa Terong untuk mengelola wisata bekas lahan tambang menjadi agrowisata dan kuliner. Masih tidak jauh dari Desa terong, PLN melakukan pembinaan di Desa Keciput dengan mengembangkan wisata penangkaran dan pelepasan penyu," ungkap Gede.
 
Mitra binaan PLN Babel saat tampul dalam pagelaran seni. (babel.antaranews.com/Try Mustika Hardi)

Wisata mangrove yang saat ini cukup berkembang juga digarap bersama dengan komunitas Desa Tanjung Tinggi melalui wisata tracking mangrove dan Desa Sijuk melalui wisata susur mangrove menggunakan kapal listrik, sehingga pengunjung dapat menikmati mangrove beserta dengan satwa-satwa unik di sekelilingnya.

Selain itu, di Batu Mentas, PLN melakukan pembinaan melalui penangkaran Menthilin yang merupakan satwa langka khas Bangka Belitung.

"Dalam mengembangkan kawasan binaan, PLN selalu mengedepankan program pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga pada akhirnya masyarakat menjadi mandiri dan memberikan dampak ekonomi dan mendorong perkembangan pariwisata," kata Gede.

Selain itu, PLN juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan aktif dan secara rutin melakukan aksi penanaman pohon di kawasan-kawasan yang memerlukan penghijauan. Tercatat sejak tahun 2015 hingga kini, PLN telah menanam 42.300 batang pohon dengan jenis tanaman meliputi tanaman Bakau, Ketapang, Jelutung, Gondolo Gatian, Pucuk Merah, Pinang dan Trembesi.

"Komitmen PLN terharap lingkungan tidak hanya berhenti sampai disitu, pengelolaan lingkungan oleh perusahaan dilakukan secara professional dengan indikator-indikator yang terukur. Sehingga pada tahun ini sebanyak enam pembangkit kami berhasil mendapatkan proper biru, antara lain PLTD Merawang, PLTD Mentok, PLTD Koba, PLTD Toboali, PLTD Pilang dan PLTD Padang kata Gede.

Pewarta: Try Mustika Hardi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019