Prajurit TNI dari Yonif 713/ST Pos Kout di bawah pimpinan Letda CKM Syaban membantu mengajar di SD Inpres Arso 6 Jalan Tangkuban Perahu, Kampung Yammua Arso 6, Kabupaten Keerom, Papua.

"Sebagai wilayah yang berada di timur Indonesia, Papua memiliki kekayaan yang cukup melimpah, untuk mengolah semua kekayaan alam itu perlu sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Untuk itu sebagai Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST turut mengambil bagian dengan ikut berpartisipasi dalam bidang pendidikan dengan menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah sekitar pos penugasan pengamanan perbatasan RI-PNG," katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Kamis.

Dalam proses membantu mengajar tersebut, Letda CKM Syaban mengatakan bahwa anak-anak senang ketika tahu bahwa yang menjadi guru di sekolah mereka berasal dari TNI.

Hal itu, kata dia, terlihat dari raut muka siswa-siswi yang ceria.

"Kebetulan yang saya ngajar itu di kelas VI yang dihadiri 24 siswa putra dan putri," katanya.

Syaban berharap, materi pelajaran yang diberikan kepada anak-anak di SD Inpres itu kelak menjadi bekal kehidupan mereka saat dewasa.

"Dengan harapan anak-anak berhasil dan bisa membanggakan keluarga, bangsa, dan negara secara khusus membanggakan Papua tempat kelahiran mereka," katanya.

Juariah dan Margaretha, dua guru di sekolah itu, mengungkapkan bangga kepada TNI yang mau berbagi ilmu dengan anak-anak di sekolah yang terletak tak jauh dari perbatasan RI-PNG itu.

Semoga ilmu yang telah diberikan akan bisa mereka manfaatkan kelak demi mencapai cita-cita mereka, katanya.

Pewarta: Alfian Rumagit

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020