Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk tahun anggaran 2014, akan menerima tenaga sarjana pembangun desa (SPD) guna membantu kerja pemerintahan desa setempat.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie di Sungailiat, Sabtu, mengatakan, penerimaan tenaga SPD sesuai rencana jadwal yakni November 2014 dan mulai penempatan kerja Januari 2015.
"Tenaga SPD merupakan program lanjutan dari pemerintah Bupati Yusroni Yazid dimana waktu itu dinamakan Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3), sistem kerjanya tetap sama yakni membantu pemerintahaan desa setempat," katanya.
Ia mengatakan, jumlah tenaga SPD yang dibutuhkan lebih dari 50 orang dari seluruh jurusan pendidikan yang berbeda-beda.
"Peserta yang berkeinginan ikut dalam program ini, tentu terlebih dahulu dilakukan seleksi baik administrasi maupun seleksi lainnya, agar nantinya mampu dalam menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
Menurutnya, program SPD tahun 2014 dibawah naungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sementara sebelumnya, SP3 dibawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga.
"Tenaga SPD yang diutamakan diterima adalah mereka yang berdomisi tidak jauh dari desa setempat mengingat tenaga SPD harus selalu berada di desa itu untuk membantu segala sesuatunya di pemerintah desa," katanya.
Dia mengatakan, tenaga SPD berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 2014, dimana pemerintah daerah diberikan kesempatkan untuk menyiapkan tenaga fasilitator dengan memberdayakan masyarakat.
"Seluruh tenaga SPD yang dinyatakan diterima, terlebih dahulu diberikan pelatihan sesuai bidang kerjanya, kontrak kerja selama satu dengan honor bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie di Sungailiat, Sabtu, mengatakan, penerimaan tenaga SPD sesuai rencana jadwal yakni November 2014 dan mulai penempatan kerja Januari 2015.
"Tenaga SPD merupakan program lanjutan dari pemerintah Bupati Yusroni Yazid dimana waktu itu dinamakan Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3), sistem kerjanya tetap sama yakni membantu pemerintahaan desa setempat," katanya.
Ia mengatakan, jumlah tenaga SPD yang dibutuhkan lebih dari 50 orang dari seluruh jurusan pendidikan yang berbeda-beda.
"Peserta yang berkeinginan ikut dalam program ini, tentu terlebih dahulu dilakukan seleksi baik administrasi maupun seleksi lainnya, agar nantinya mampu dalam menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
Menurutnya, program SPD tahun 2014 dibawah naungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sementara sebelumnya, SP3 dibawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga.
"Tenaga SPD yang diutamakan diterima adalah mereka yang berdomisi tidak jauh dari desa setempat mengingat tenaga SPD harus selalu berada di desa itu untuk membantu segala sesuatunya di pemerintah desa," katanya.
Dia mengatakan, tenaga SPD berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 2014, dimana pemerintah daerah diberikan kesempatkan untuk menyiapkan tenaga fasilitator dengan memberdayakan masyarakat.
"Seluruh tenaga SPD yang dinyatakan diterima, terlebih dahulu diberikan pelatihan sesuai bidang kerjanya, kontrak kerja selama satu dengan honor bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)," katanya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2014