Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp7,1 miliar untuk disalurkan kepada 4.405 warga di tujuh desa.

"BLT senilai Rp7,1 miliar ini bersumber dari APBD 2020 dan disalurkan kepada warga terdampak COVID-19 terhitung Mei hingga Juli 2020," kata Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza di Manggar, Jumat.

Ia menjelaskan, penerima BLT daerah terdiri dari penerima program sembako non program keluarga harapan (PKH) sebanyak 2.487 keluarga masing-masing Rp400 ribu, penerima PKH non sembako sebanyak 70 keluarga masing-masing Rp600 ribu dan masyarakat terdampak yaitu masyarakat yang masuk dan tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetapi bukan penerima bantuan sebanyak 2.248 keluarga masing-masing Rp600 ribu.

Bupati meminta agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang yang berhak menerima dan berharap pemerintah desa dari tujuh desa itu segera membagikan kepada warga.

Terkait lamanya waktu pencairan anggaran, Yuslih mengatakan karena Pemkab Belitung Timur harus melalui prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu juga memegang prinsip kehati-hatian untuk memverifikasi data penerima bantuan agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan lainnya.

"Sempat lama prosesnya karena kita ingin jangan samapi ada yang tumpang tindih atau salah sasaran. Kita juga bahkan sampai berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) agar jangan sampai salah diproses adminitrasinya,” ujar Yuslih.

Ia mengatakan, dianggarkannya BLT daerah dari APBD karena masyarakat sangat membutuhkan di tengah kondisi ekonomi terus merosot karena pandemi COVID-19.

"Anggaran itu disalurkan bersifat darurat saja untuk rentany waktu tiga bulan saja, dalam upaya membantu warga yang terdampak corona," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020