PT Timah Tbk terus berkomitmen untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan membantu UMKM berdaya saing dan meningkatkan ekonomi. 

Kontribusi perusahaan berplat merah ini, tidak hanya di kota Pangkalpinang saja, tetapi di beberapa kabupaten lain, dengan memfasilitasi UMKM meningkatkan usahanya.

Seperti halnya yang dibangun di eks garasi, Desa Sekar Biru Kecamatan Parittiga, Bangka Barat (Babar), PT Timah  melakukan renovasi untuk asetnya yang selama ini belum termanfaatkan dan kosong.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk Anggi Siahaan menjelaskan, areal milik PT Timah yang ada di wilayah Kecamatan Parittiga ini, rencananya akan dimaksimalkan untuk sentra wisata kuliner, masyarakat Parittiga. PT Timah, dalam hal ini melalui Divisi CSR dan PKBL akan melakukan kerjasama multipihak disana.

Untuk mengelola pusat kuliner ini, PT Timah menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Cikar Mendayu Desa Sekar Biru, Parittiga. 

Dipilihnya Bumdes, bukan tanpa alasan. PT Timah melalui divisi CSR dan PKBLnya melakukan kerjasama multipihak untuk mendukung peningkatan pendapatan real masyarakat. Dari Bumdes ini, nantinya juga akan berdampak terhadap pendapat asli desa. 

Ia berharap, keberadaan pusat kuliner ini, bisa membangkitkan gairah dan semangat pelaku UMKM untuk meningkatkan ekonomi di tengah pandemi Covid - 19. Apalagi, lokasi ini berada di pusat kota Parittiga, dengan akses yang mudah dan strategis. 

"Alamdulillah sinergitas ini dapat memberdayakan kegiatan umkm di wilayah tersebut, menumbuhkan geliat ekonomi disekitar operasi perusahan dalam masa pandemi covid-19," ujarnya. 

Parittiga, memang memiliki keterikatan dengan PT Timah, banyak aset perusahaan yang dibangun di wilayah itu, mengingat Parittiga dan Jebus merupakan salah satu wilayah operasi PT. Timah. 

Kades Sekar Biru, Edwin menyebutkan, rencana kerjasama ini kata dia sudah direncanakan sejak lama, namun baru bisa terealisasikan tahun ini. 

"Kami sangat berterima kasih atas inisiasi PT
 Timah, yang peduli dan banyak membantu dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, " ucapnya. 

Selama ini, diakuinya, lahan kosong eks garasi itu tidak dimanfaatkan, dengan luas yang cukup besar sekitar 4,2 hektar. 

"Ketika akan dibangun pusat kuliner dan kerjasama dengan Bumdes, kami sangat menyambut baik, dan akan bersama-sama nantinya menjadikan wilayah itu sebagai pusat wisata kuliner, " tandasnya. 

Dari kerjasama ini, tambah Edwin, desa juga akan mendapatkan kontribusi pendapatan asli desa dari sektor perdagangan. 

"Kami berharap pendapat asli desa akan meningkat, karena kami memang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, ini akan sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat, " ulasnya. 

Bumdes, lanjutnya, akan melakukan seleksi ataupun proses untuk pemilihan UMKM mana yang akan berjualan di pusat kuliner terpadu itu. Tentunya, ia berharap, dapat membantu pelaku UMKM. 

"Nanti kita seleksi, dan akan ada perjanjian serta kontribusinya untuk Bumdes, tentunya yang akan hadir disana adalah produk-produk unggulan dari warga desa Sekar Biru, karena keberadaan pusat kuliner ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan layanan kepada masyarakat untuk menikmati sajian kuliner yang terpusat,"pungkasnya. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020