Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan perlu ada upaya mitigasi, khususnya mitigasi nonstruktural, untuk mengantisipasi bencana yang terjadi akibat fenomena La Nina.

"Mitigasi nonstruktural, artinya di sini adalah masalah kultural, masalah perilaku. Kita harus mengantisipasi bencana dengan perilaku yang menjaga lingkungan," katanya dalam acara bincang-bincang yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memimpin rapat untuk membahas ancaman kemungkinan bencana akibat fenomena La Nina yang biasanya diikuti dengan banjir dan tanah longsor. Pada kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan tentang arti penting upaya mitigasi.

Menurut dia  bila perilaku masyarakat sudah menjaga lingkungan, ditambah dengan kesiapsigaan terhadap kemungkinan bencana, maka akan mengurangi kemungkinan risiko korban jiwa ketika terjadi bencana.

"Kita perlu menjaga hubungan dengan alam. Mayoritas bangsa Indonesia beragama Islam yang mengajarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta," katanya.

Karena itu, pelaksanaan ajaran agama sebagai rahmat bagi alam semesta salah satunya harus diejawantahkan dalam bentuk menjaga alam. Gunung dan sungai harus dijaga.

"Sebagai umat beragama dan insan Pancasila, kita harus bisa menjaga keseimbangan hidup. Kita jaga hubungan dengan Tuhan, dengan berdoa dan beribadah sesuai agama masing-masing. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan juga dengan alam," katanya.

Pandemi COVID-19 membuat upaya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia harus dibatasi untuk mencegah risiko penularan penyakit. Orang-orang harus lebih banyak berada di rumah.

Kondisi itu harus menjadi momentum bagi semua orang untuk lebih banyak merawat dan menjaga alam, demikian Doni Monardo.

Pewarta: Dewanto Samodro

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020