PT Timah Tbk secara konsiten terus menyalurkan dana bergulir program kemitraan  bagi pelaku UMKM di Wilayah Operasional yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau. Hal ini sebagai bentuk komitmen PT Timah Tbk untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM di tengah Pandemi Covid-19. 

Sepanjang tahun 2020 PT Timah Tbk telah menyalurkan dana hingga Rp 21.6 miliar bagi 431 UMKM di wilayah operasional. Dana bergulir program kemitraan ini disalurkan dalam dua tahapan. Tahapan pertama pada September lalu sebesar Rp 9 miliar bagi 176 mitra binaan, tahap dua disalurkan pada Desember sebesar Rp 12,6 miliar bagi 255 mitra binaan. 

Ada delapan sektor usaha yang mengikuti program dana bergulir PT Timah Tbk yakni sektor Industri, Perdagangan, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Jasa , Koperasi, Industri Kreatif dan pembinaan. 

Salah satu mitra binaan PT Timah Tbk, Salvita mengatakan dirinya merupakan generasi ketiga dalam menjalankan usaha makanan khas Bangka, Kericu. Sejak masih dikelola Almarhum Ayahnya mereka telah memanfaatkan program dana bergulir program kemitraan PT Timah Tbk untuk mengembangkan usaha berbahan dasar telor cumi itu. 

Salvita menyebutkan, saat ini rumah produksi mereka dengan Rasalina ini telah bertambah tidak hanya di Pangkalpinang tapi juga  di Sungailiat. Pemasaran produknya juga telah menembus pasar nasional. Kini, dirinya sedang mempersiapkan diri agar produknya bisa menembus pasar internasional. 

“Dari Ayah saya, turun ke kakak saya, lalu ke saya. Kami menggunakan modal usaha dari PT Timah untuk mengembangkan usaha kami sekarang sudah punya cabang berkat bantuan modal PT Timah ini. Kita tidak hanya dikasih modal begitu saja, tapi dibina, diajak pameran, dikasih tempat untuk jualan produk,” ceritanya. 

Menurutnya, tahun ini, Ia kembali meminjam modal lantaran usahanya terganggu akibat dari pandemi Covid-19. Dirinya butuh modal yang cukup besar untuk menyetok bahan baku agar tetap bisa berproduksi.

“Saya kira PT Timah enggak mengeluarkan program ini karena covid-19, apalagi kan sekarang UMKM penjualannya lagi menurun takut enggak bisa bayar, tapi ternyata PT Timah tetap konsisten menyalurkan dana ini.

Alhamdullilah, saya langsung mengajukan proposal dan disetujui. Ini untuk beli bahan baku telor cumi,” ujarnya.   

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Muhammad Zulkarnaen Dharmawi mengatakan, dana bergulir ini merupakan bantuan modal produktif bagi para UMKM untuk bertahan dan mengembangkan usaha di tengah badai pandemi Covid-19. Melalui penyaluran dana kemitraan ini PT Timah ingin UMKM di seluruh wilayah operasional untuk bangkit dan beradaptasi sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dalam kondisi ini, UMKM perlu support untuk bisa bertahan dan mengembangkan usaha mereka, dengan bantuan permodalan dan pembinaan, kita harapakan UMKM kita tetap survive di tengah pandemi Covid-19 ini,” kata Zulkarnaen. 

 PT Timah, kata dia terus berupaya untuk mengembangkan UMKM  termasuk dalam proses pemasarannya, saat ini PT Timah juga memaksimalkan TINS Gallery sebagai tempat untuk memasarkan produk UMKM. Tak hanya itu, PT Timah juga membuka gerai di Bandara Depati Amir Pangkalpinang agar produk UMKM bisa dibeli oleh wisatawan. 

“Ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan PT Timah sejak tahun 2000 untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. PT Timah terus berkomitmen untuk membantu dan membentuk local heroes khususnya UMKM agar terus bisa berkembang hingga menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020