Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan meninjau pengelolaan 25 hektare hutan mangrove di Batu Betumpang Bangka Selatan, guna mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan kawasan hutan tersebut.

"Saya meminta pengelola hutan kemasyarakatan untuk berinovasi mengelola potensi mangrove ini," kata Erzaldi Rosman Djohan saat meninjau hutan mangrove di Desa Batu Betumpang, Sabtu.

Ia mengatakan seluas 25 hektare hutan mangrove ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mercusuar Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi di tengah pendemi COVID-19.

"Selama ini ada dua yang dikembangkan di hutan ini, yaitu penanaman bakau dan membudidayakan kepiting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir," ujarnya.

Menurut dia untuk suksesnya program ini, Pemprov Kepulauan Babel akan memberikan bantuan untuk pengelolaan kawasan hutan bakau, karena Babel menjadi salah satu dari 9 provinsi yang mendapatkan perhatian khusus dalam rangka pengembangan dan rehabilitasi mangrove di Indonesia.

"Kawasan hutan mangrove di Babel harus tetap terjaga kelestariannya, walaupun daerah ini dikenal sebagai daerah tambang," katanya.

Ketua Kelompok Hutan Kemasyarakatann Pokdarwis Mercusuar Desa Batu Betumpang, Hadri Saputra menyatakan sudah mengelola kawasan hutan seluas 25 hektare, untuk tanaman bakau dan akan diperluas lagi.

"Alhamdulillah, pengembangan dan pengelolaan hutan ini berjalan dengan baik dan telah berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar hutan mangroveini," katanya. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021